Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri (PM) baru Jepang Yoshihide Suga. ( Foto: CHARLY TRIBALLEAU / AFP )

Perdana Menteri (PM) baru Jepang Yoshihide Suga. ( Foto: CHARLY TRIBALLEAU / AFP )

Suga Berjanji Kendalikan Covid dan Bangkitkan Ekonomi

Kamis, 17 September 2020 | 06:37 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

TOKYO, investor.id – Perdana Menteri (PM) baru Jepang Yoshihide Suga pada Rabu (16/9) berjanji untuk tetap mengendalikan infeksi virus corona Covid-19 dan membangkitkan ekonomi dari resesi, yang juga terdampak pandemi virus tersebut.

Suga mengatakan itu, dalam pernyataan pertama setelah dipilih oleh Parlemen Jepang pada Rabu untuk menggantikan Shinzo Abe. Suga menekankan komposisi kabinet sebagian besar akan sama dan juga akan melanjutkan kebijakan-kebijakan Abe.

“Kita harus melanjutkan kebijakan-kebijakan yang sudah didorong oleh pemerintahan Abe. Saya rasa itu misi yang diembankan kepada saya,” ujar Suga kepada para wartawan, yang dikutip oleh AFP.

Ia menepis peluang akan menggelar pemilu dini untuk mengonsolidasikan posisinya. Menurut Suga, yang diinginkan oleh rakyat Jepang sekarang adalah bagaimana secepatnya mengatasi pandemi sambil memulihkan ekonomi.

“Hal utama yang paling diinginkan adalah mencegah penyebaran infeksi dan membangun kembali perekonomian. Kami akan mengupayakan yang terbaik untuk ini,” tandas Suga.

Ia tidak banyak menyinggung rencananya dalam hal ideologi politik maupun sasaran-sasaran kebijakan luar negeri. Suga berjanji akan mereformasi pemerintahan dan mengakhiri hambatan-hambatan birokrasi. Juga memperbesar digitalisasi di pemerintahan.

Suga juga mengatakan akan terus membina hubungan yang kuat dengan Amerika Serikat (AS) serta hubungan yang stabil dengan Tiongkok serta Rusia.

Mantan sekretaris kabinet tersebut sebelumnya diharapkan melanjutkan kebijakan-kebijakan Abe selama masa jabatannya yang memecahkan rekor paling lama.

Suga (71 tahun) memperoleh kemenangan mudah dalam pemungutan suara parlemen, dengan Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa memegang mayoritas suara.

Dia membungkuk dalam, saat anggota parlemen bertepuk tangan atas kemenangannya. Tetapi Suga tidak segera memberikan komentar. Dia tidak diharapkan untuk berbicara sampai Rabu malam waktu setempat, ketika memberikan konferensi pers pertama sebagai perdana menteri.

Kabinet baru Suga diumumkan tidak lama setelah pemungutan suara. Beberapa menteri mempertahankan pekerjaan mereka, termasuk Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi dan Menteri Keuangan Taro Aso.

Saudara laki-laki Abe, Nobuo Kishi, yang diadopsi oleh pamannya dan membawa nama belakangnya, adalah menteri pertahanan yang baru. Ia menggantikan Taro Kono, yang menjadi menteri reformasi administrasi.

Suga dipandang sebagai kandidat berlanjut dan mengatakan pencalonannya terinspirasi oleh keinginan untuk meneruskan kebijakan Abe, meskipun analis memperingatkan tantangan ke depan.

"Masalah-masalah sulit menggunung di hadapan kabinet Suga. Virus Corona adalah prioritas utama untuk ditangani. Di bidang diplomatik, ada banyak faktor yang tidak pasti, termasuk pemilihan presiden Amerika Serikat (AS)," kata Shinichi Nishikawa, profesor politik sains Universitas Meiji di Tokyo, Rabu.

Abe secara resmi mengundurkan diri pada Rabu pagi bersama dengan kabinetnya, mengakhiri rekor masa jabatan terlama dengan satu tahun tersisa dalam mandatnya. Ia terpaksa mengundurkan diri karena kambuhnya kolitis ulseratif, penyakit usus yang telah lama mengganggunya. Sebagai informasi, kolitis ulseratif adalah penyakit usus kronis yang menyebabkan peradangan di saluran pencernaan.

Pasar saham Tokyo sebagian besar tidak tergerak oleh pemilihan Suga. Tidak ada perubahan kebijakan besar yang diperkirakan, saat Bank of Japan (BoJ) mengakhiri pertemuan dua hari pada Kamis (17/9).

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN