Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Para pekerja sedang memproduksi meja untuk diekspor ke Amerika Serikat (AS), Prancis, Jerman dan negara-negara lain, di sebuah pabrik di Nantong, provinsi Jiangsu timur, Tiongkok pada 4 September 2019. Tiongkok mengatakan telah mengajukan komplain atas AS kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada 2 September 2019, selang satu hari pasca pemberlakuan tarif baru oleh AS terhadap barang-barang Tiongkok.  (China OUT / AFP / STR)

Para pekerja sedang memproduksi meja untuk diekspor ke Amerika Serikat (AS), Prancis, Jerman dan negara-negara lain, di sebuah pabrik di Nantong, provinsi Jiangsu timur, Tiongkok pada 4 September 2019. Tiongkok mengatakan telah mengajukan komplain atas AS kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada 2 September 2019, selang satu hari pasca pemberlakuan tarif baru oleh AS terhadap barang-barang Tiongkok. (China OUT / AFP / STR)

Tiongkok Kecualikan 2 Produk Utama Pertanian AS

Iwan Subarkah Nurdiawan, Sabtu, 14 September 2019 | 09:02 WIB

BEIJING, investor.id – Tiongkok pada Jumat (13/9) mengumumkan pengecualian produk-produk pertanian utama Amerika Serikat (AS), termasuk daging babi dan kedelai, dari kenaikan tarif impor. Pengumuman ini menjadi yang terbaru dari rangkaian gestur niat baik yang ditunjukkan AS dan Tiongkok menjelang perundingan baru di Washington, awal bulan depan.

Kedua negara sudah memasuki tahun kedua perang dagang. Saling menjatuhkan tarif dan kenaikan tarif atas produk impor masing-masing hingga ratusan miliar AS.

“Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara akan mengecualikan beberapa produk pertanian, seperti kedelai dan daging babi dari tambahan tarif atas barang impor AS,” kata kantor berita Xinhua, mengutip sumber-sumbernya.

Sebelumnya, pada Rabu (11/9) waktu setempat, Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan, kenaikan tarif 5% atas US$ 250 miliar barang impor Tiongkok ditangguhkan penerapannya, dari 1 Oktober menjadi 15 Oktober 2019.

“Sebagai gestur niat baik, kami setuju untuk memundurkan kenaikan tarif atas US$ 250 miliar barang (dari 25% menjadi 30%) dari 1 Oktober menjadi 15 Oktober,” kata Trump, via Twitter.

a menambahkan, penundaan itu dimintakan oleh Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He. Juga karena pada 1 Oktober 2019, Republik Rakyat Tiongkok akan merayakan hari jadi yang ke-70.

Pada hari yang sama, Tiongkok dijadwalkan mengecualikan sementara 16 kategori produk impor AS, dari kenaikan tarif yang sudah berjalan beberapa bulan terakhir.

Trump sebelumnya menuding pihak Tiongkok ingkar janji untuk meningkatkan impor produk-produk pertanian AS. Tujuannya adalah mengurangi defisit perdagangan AS dengan Tiongkok, yang pada 2018 mencapai US$ 419,52 miliar.

“Tiongkok berharap AS dapat memegang kata-katanya, menjalankan komitmen-komitmennya dan memberikan kondisi-kondisi yang menguntungkan bagi kerja sama pertanian bilateral,” ujar sumber-sumber yang dikutip Xinhua.

Pada awal Mei 2019, kedua negara nyaris menandatangani kesepakatan perdagangan. Lalu tiba-tiba saja pembicaraan terhenti, setelah pemerintah AS menuding Tiongkok mangkir dari komitmen-komitmennya. (afp/sn)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA