Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
AS-Tiongkok. Foto ilustrasi: IST

AS-Tiongkok. Foto ilustrasi: IST

Tiongkok-AS Setuju Rencana Penghapusan Tarif

Happy Amanda Amalia, Jumat, 8 November 2019 | 15:10 WIB

BEIJING, investor.id – Pemerintah Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) telah menyetujui rencana untuk secara bertahap menghapus tarif terhadap barang impor masing-masing pihak. Kementerian Perdagangan Tiongkok menyampaikan hal ini pada Kamis (7/11), pada saat para juru runding sedang berupaya untuk menuntaskan kesepakatan perdagangan.

Seperti diketahui, baik AS dan Tiongkok telah terlibat dalam perang dagang yang merugikan selama lebih dari setahun. Kedua pihak juga saling mengenakan tarif hukuman pada perdagangan dua arah yang nilainya mencapai ratusan miliar dolar.

Meski demikian, masih ada harapan yang berkembang bahwa kedua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia hampir mencapai kesepakatan mini, sebagai bagian dari kesepakatan yang lebih luas.

“Dalam dua pekan terakhir, para pemimpin negosiasi dari kedua belah pihak telah mengadakan diskusi yang serius dan konstruktif mengenai penyelesaian masalah inti mereka dengan benar, dan sepakat untuk menurunkan tarif tambahan secara bertahap, menyusul kemajuan yang dibuat unutk menuju kesepakatan (final),” ujar juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok Gao Feng dalam konferensi pers.

Apabila hal itu dipastikan oleh AS maka komentar tersebut bisa menjadi sinyal positif terbaru dalam upaya juru runding untuk memformalkan kesepakatan perdagangan parsial, kendati rinciannya masih belum diketahui pasti.

Gao mengatakan, jika kedua belah pihak mencapai kesepakatan fase-satu, tarif harus digulirkan kembali dalam proporsi yang sama dan secara bersamaan. “Ini adalah syarat penting untuk mencapai kesepakatan,” tuturnya.

Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He dilaporkan melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada Jumat (1/11). Perbicangan antara kedua belah pihak digambarkan sebagai langkah konstruktif.

Presiden AS Donald Trump sebenarnya telah merencanakan penandatanganan pakta dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di sela-sela pertemuan puncak, yang penyelenggaraannya di Cile pada bulan ini telah dibatalkan.

Keppada wartawan pada Jumat, dia mengatakan sedang mencari tempat di beberapa lokasi berbeda untuk melakukan penandatangan.

Trump mencatat bahwa proses negosiasi mengalami kemajuan dan kesepakatan kita berjalan baik dengan Tiongkok. Tetapi, dia juga telah berulang kali menekankan tidak ingin memberikan rincian lebih lanjut sampai perjanjian itu diselesaikan.

Trump sebelumnya berharap dapat menandatangani pakta tersebut dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di sela pertemuan puncak Kerja sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Santiago, Chile pada pertengahan November.

Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan pada Sabtu (26/10), bahwa kedua belah pihak sepakat untuk secara tepat menangani masalah utama masing-masing.

“Tiongkok akan mencabut larangan impor unggas AS, sementara Amerika Serikat akan mengimpor produk unggas dan ikan lele buatan Tiongkok,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Lighthizer dan Steven Mnuchin yang sempat melakukan pembicaraan dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He pada Jumat (25/10), mengatakan mereka hampir menyelesaikan beberapa bagian dari perjanjia, meskipun mereka telah merilis beberapa rincian.

Kedua pihak juga menyampaikan, proses pembicaraan akan terus berlanjut di tingkat deputi dan para pejabat perdagangan utama akan melakukan perbincangan dalam waktu dekat.

Gedung Putih telah menunda kenaikan tarif besar-besaran yang direncanakan pada 15 Oktober atas barang-barang Tiongkok senilai US$ 250 miliar. Tetapi tarif baru sebesar 15% untuk barang-barang lain senilai US$ 150 miliar masih dijadwalkan untuk diterapkan pada Desember. (afp)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA