Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nelayan menarik perahu kayu ke tempat yang aman di sepanjang pantai di kota Borongan, provinsi Samar Timur, Filipina tengah, pada 2 Desember 2019, untuk bersiap menghadapi kedatangan Topan Kammuri. ( Foto: AFP / Alren BERONIO )

Nelayan menarik perahu kayu ke tempat yang aman di sepanjang pantai di kota Borongan, provinsi Samar Timur, Filipina tengah, pada 2 Desember 2019, untuk bersiap menghadapi kedatangan Topan Kammuri. ( Foto: AFP / Alren BERONIO )

Topan Kammuri Terjang Filipina, Bandara Ditutup

Happy Amanda Amalia, Selasa, 3 Desember 2019 | 17:04 WIB

MANILA, investor.id – Topan Kammuri menghantam Filipinan dengan embusan angin kencang dan hujan lebat pada Selasa (3/12). Ratusan ribu orang telah berlindung di tempat-tempat penampungan dan bandara internasional di Manila, Filipina telah ditutup demi alasan keamanan.

Badai dahsyat itu membuat kaca-kaca jendela pecah dan menghancurkan atap-atap rumah. Topan Kammuri dilaporkan mendarat pada Senin (2/12) malam dan akan bergerak melewati Manila selatan, di mana 13 juta penduduk tinggal dan ribuan atlet SEA Games bersiap melakukan pertandingan.

Badan prakiraan cuaca mengatakan, Kammuri telah melemah walau masih kuat karena angin berembus hingga 150 kilometer per jam dengan kekuatan embusan 205 kilometer per jam saat mengarah ke barat laut.

“Banyak pohon tumbang. Banyak atap-atap rumah yang beterbangan selama topan menerjang. Tapi kami belum menghitung tingkat kerusakannya,” ujar Junie Castillo, salah seorang petugas bencana di salah satu daerah yang pertama kali terkena.

Sementara itu, polisi melaporkan, terdapat seorang pria berusia 33 tahun yang meninggal dunia karena tersengat listrik pada Senin saat berlindung di atap ketika topan datang. Kasus itu baru satu-satunya yang dilaporkan sejauh ini.

Karena angin kencang, Bandara Internasional Ninoy Aquino Manila pun ditutup,” , kata manajer umum otoritas bandara Ed Monreal kepada AFP.

Selain itu, belum diketahui pasti kapan jadwal penerbangan berikutnya akan dilanjutkan. Tetapi pihak berwenang memberikan perkiraan pada Selasa, pukul 23.00, dan mengatakan keputusan yang akan dikeluarkan tergantung pada kondisi cuaca.

Tercatat, hampir 500 penerbangan dibatalkan, dan para pejabat memperingatkan para penumpang untuk tidak datang ke bandara.

Wartawan AFP yang mengunjungi salah satu terminal bandara, menyampaikan bahwa terminal yang selalu dipadati oleh jadwal keberangkatan pagi tampak, hanya terlihat ditempati segelintir staf dan penumpang yang terdampar.

Salah seorang pelancong Constance Benoit (23 tahun) dari Kanada terpaksa menunda kepulangannya hampir satu hari. Dia mengaku tiba di Manila, dari Pulau Cebu, saat topan menerjang pada Senin pagi.

“Itu adalah penerbangan paling bergolak yang pernah saya rasakan dalam hidup saya. Saya baru tahu apa itu mabuk udara,” katanya kepada AFP.

Sementara itu, sekitar 340.000 orang telah dievakuasi dari rumah mereka di wilayah Bicol pusat. Demikian disampaikan pejabat penanggulangan bencana.

Sumber : AFP

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA