Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto yang dirilis oleh Istana Nasional pada 13 Oktober 2020, menunjukkan politisi Malaysia Anwar Ibrahim (kanan) dan Raja Malaysia, Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah (kiri) berfoto bersama sebelum pertemuan mereka di Istana Nasional di Kuala Lumpur. ( Foto: HANDOUT / MALAYSIA NATIONAL PALACE / AFP )

Foto yang dirilis oleh Istana Nasional pada 13 Oktober 2020, menunjukkan politisi Malaysia Anwar Ibrahim (kanan) dan Raja Malaysia, Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah (kiri) berfoto bersama sebelum pertemuan mereka di Istana Nasional di Kuala Lumpur. ( Foto: HANDOUT / MALAYSIA NATIONAL PALACE / AFP )

Yang Dipertuan Agung Minta Konflik Politik Disudahi

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 06:52 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

KUALA LUMPUR, investor.id – Yang Dipertuan Agung Malaysia Al Sultan Abdullah pada Jumat (16/10) meminta para politikus tidak menyeret negara ke dalam ketidakpastian baru dan menyudahi konflik politik lewat negosiasi serta cara-cara yang konstitusional.

Tujuh bulan setelah pertarungan politik mengantarkan Muhyiddin Yassin menjadi perdana menteri (PM), Malaysia sekarang mengalami lagi perebutan kekuasaan antara Muhyiddin dan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim.

Anwar menemui Yang Dipertuan Agung pekan ini, untuk membuktikan dirinya sudah meraih dukungan mayoritas di parlemen untuk membentuk pemerintahan baru. Tapi, pertemuan lanjutan batal karena pembatasan baru untuk mengendalikan penyebaran virus corona Covid-19.

Istana melaporkan bahwa Yang Dipertuan Agung meminta para anggota parlemen menunjukkan kedewasaan. Mereka didesak menyelesaikan persoalan melalui negosiasi dan proses hukum yang sejalan dengan konstitusi.

“Melihat perkembangan terbaru situasi politik negara ini, Yang Mulia menyarankan rakyat, khususnya para politikus, untuk bersatu dan memastikan negeri ini tidak pernah lagi terseret ke dalam ketidakpastian politik, karena pada saat yang sama kita dihadapkan pada berbagai persoalan dan masa sulit karena ancaman epidemi Covid-19,” bunyi pernyataan Istana Kerajaan Malaysia.

Yang Dipertuan Agung di Malaysia dapat mengangkat PM, yang dalam pandangannya mampu memimpin mayoritas. Pemerintahan baru di Malaysia biasanya dipilih lewat pemilu, tapi istana berperan dalam situasi-situasi tertentu.

Muhyiddin diangkat oleh Yang Dipertuan Agung tahun ini, setelah Mahathir Mohamad di luar dugaan mengundurkan diri pada Februari 2020. Pemerintahan Mahathir kala itu jatuh karena pergulatan internal.

Mahathir yang sekarang oposisi dan lima anggota parlemen dari partainya pada Jumat masing-masing mengajukan mosi tidak percaya terhadap Muhyiddin.

Dalam kesempatan terpisah, Anwar dipanggil Polisi Diraja Malaysia terkait daftar anggota parlemen yang mendukungnya untuk menjadi PM dan beredar luas di media sosial. Anwar menyebut itu adalah upaya jahat untuk menekannya agar mengungkapkan siapa-siapa saja para pendukungnya itu.

Raja Malaysia, Al-Sultan Abdullah Riayatuddin Al-Mustafa Billah Shah saat melakukan pemeriksaan penjaga kehormatan dalam perayaan Hari Kemerdekaan ke-62 di Putrajaya, Malaysia, pada 31 Agustus 2019. ( Foto: REUTERS / LIM HUEY TENG / FILE PHOTO )
Raja Malaysia, Al-Sultan Abdullah Riayatuddin Al-Mustafa Billah Shah saat melakukan pemeriksaan penjaga kehormatan dalam perayaan Hari Kemerdekaan ke-62 di Putrajaya, Malaysia, pada 31 Agustus 2019. ( Foto: REUTERS / LIM HUEY TENG / FILE PHOTO )

Keraguan Mahathir

Mahathir pada Jumat menyatakan keraguan bahwa Anwar sudah memiliki cukup dukungan dari parlemen untuk mengambil alih posisi PM. Ia bahkan mengatakan, sekalipun Anwar menjadi PM, Malaysia akan tetap dalam kemelut politik.

Menurut Mahathir, kepemimpinan baru di Malaysia nantinya tetap rentan terhadap pergeseran aliansi politik. Khususnya bekas partai berkuasa United Malays National Organisation (UMNO).

“Jadi situasinya sangat tidak pasti, akan ada situassi di mana tidak ada pemerintahan di negara ini,” ujar Mahathir, kepada Reuters dari kantornya di Kuala Lumpur.

Dengan dukungan Anwar, Mahathir mengantarkan kubu oposisi meraih kemenangan bersejarah dalam pemilu 2018. Sekaligus mengakhiri 60 tahun kekuasaan UMNO.

Tapi pemerintahan Mahathir jatuh tahun ini karena kemelut internal. Yang membuka jalan bagi Muhyiddin untuk mengambil alih jabatannya pada Maret 2020, dengan dukungan dari UMNO.

Namun pemerintahan Muhyiddin yang baru berumur tujuh bulan hanya bertahan dengan mayoritas dua kursi saja di parlemen yang beranggotakan 222 orang. Mahathir mengaku tidak mendukung Anwar maupun Muhyiddin.

Politikus veteran berusia 94 tahun itu dan lima anggota parlemen dari Partai Pejuang tetap mengajukan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Muhyiddin. Tapi ia juga menepis klaim Anwar sudah meraih dukungan mayoritas di parlemen.

“Ini adalah hal yang sangat ingin dikatakan oleh Anwar. Sudah tiga kali dia mengklaim memiliki dukungan bahwa ia akan menjadi PM yang tepat, tapi ternyata tidak ada,” kata Mahathir.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN