Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

IBF Bukukan Pembiayaan Baru Rp 1,08 T

Senin, 9 Februari 2015 | 19:48 WIB
ah


JAKARTA – PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBF) membukukan total penyaluran pembiayaan baru mencapai Rp 1,08 triliun pada 2014. Sedangkan untuk pembiayaan tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan 38,89% mencapai Rp 1,5 triliun. Saat ini, perseroan masih fokus pada pembiayaan sewa guna usaha (leasing).


Direktur Keuangan IBF Samuel Kendra mengatakan, fokus pembiayaan perseroan selama ini seimbang dan terbagi atas dua sektor, yakni tambang dan nontambang. Menur ut dia, sektor nontambang antara lain transportasi, logistik, maupun kesehatan (health care). Tahun ini, penyaluran pembiayaan perseroan juga tetap fokus pada sektor-sektor tersebut.

“Akhir tahun lalu, kami berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 1,08 triliun, masih sedikit dibawah target yang sebesar Rp 1,1 triliun. Tetapi, menurut saya itu sudah pencapaian yang baik dan target untuk tahun 2015 tidak berubah, masih sekitar Rp 1,5 triliun,” ujar dia ketika dihubungi Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.

Terkait target pembiayaan tahun ini, Samuel menegaskan, perseroan akan selalu berupaya menjaga portofolio pembiayaan di sektor tambang sebesar 50%. Namun, ia juga mengakui, portofolio tersebut bisa sewaktu-waktu berubah bergantung kondisi. “Mungkin untuk pembiayaan baru tahun ini bisa 70%, tetapi kembali tergantung pada situasi. Pembiayaan kami sampai saat ini masih terjaga di 50%,” ungkap dia.

Terkait diversifikasi pembiayaan, Samuel mengungkapkan, perseroan masih berniat memasuki pembiayaan factoring dengan jaminan (collateral) tahun ini. “Kami akan coba tingkatkan penetrasi produk tersebut. Harapan IBF, pangsa pasar (market share) untuk factoring kami dapat mencapai 5-10% ke depan,” jelas dia.

Sementara terkait pendanaan, Samuel mengakui, dalam rencana bisnis ada rencana untuk menerbitkan obligasi (bond) dan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN). Namun, menurut dia, aksi korporasi tersebut bisa saja tidak jadi dilakukan. “Ada rencana, tetapi belum tahu kapan.

Sejauh ini untuk pendanaan, kami mengandalkan pinjaman dari bank (bank loan). Saat ini ada sekitar 17-18 bank menjadi rekan untuk pendanaan tersebut,” ungkap dia.

Sampai Desember 2014, papar Samuel, perusahaan khusus leasing ini memiliki 300 nasabah aktif. Ke depan, IBF berniat untuk memperkuat pembiayaan di segmen ritel. “Mudah-mudahan tahun ini kami bisa mencapai pertumbuhan 20% lebih di segmen tersebut. Sebelumnya, setiap tahun untuk ritel pertumbuhan yang kami capai selalu sekitar 20%,” papar dia.

Mengenai laporan keuangan tahun 2014, Samuel mengungkapkan, saat ini perseroan belum selesai melakukan audit. Kendati demikian, ia optimistis IBF berhasil mencapai targettarget yang telah ditentukan pada 2014. “Untuk laba pada 2014, kami menargetkan kisaran Rp 58-60 miliar, aset Rp 3 triliun dan modal di atas Rp 500 miliar. Kalau menurut asumsi saya, kemungkinan pencapaian kinerja kami masih on the track. Audit laporan keuangan kami mungkin selesai pada Maret mendatang," jelas dia. (dka)

Editor :

BAGIKAN