Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

FIFGroup Jajaki Pinjaman Bank Asing Rp 3 Triliun

Rabu, 4 Maret 2015 | 16:50 WIB
ah (redaksi@investor.id)

JAKARTA – PT Federal International Finance atau FIFGroup menjajaki pinjaman bank asing senilai Rp 1,5-3 triliun pada tahun ini. Pinjaman tersebut berasal dari enam bank asal Jepang, Korea, dan Singapura.

“Nilainya belum pasti, tapi kami diberikan kisaran Rp 1,5-3 triliun yang berasal dari enam bank asal Jepang, Korea, dan Singapura,” jelas Direktur Utama FIFGroup Suhartono di Jakarta, Selasa (3/3).

Dia mengungkapkan, pinjaman bank asing merupakan salah satu sumber pendanaan FIFGroup. Porsinya mencapai 20% dari sumber pendanaan perseroan.

Head of Treasury and Funding FIF Group Jerry Fandy menambahkan, tahun lalu, pinjaman perbankan perseroan lebih banyak didominasi oleh bank asing. Pinjaman yang diraih FIF Group sebesar US$ 335 juta dari bank asal Jepang, Australia, dan Singapura.

“Kami mendapatkan pinjaman dari 11 bank Jepang plus JBIC dengan nilai US$ 225 juta. Satu lagi, kami mendapat US$ 110 juta dari enam bank Jepang, Australia, dan Singapura,” kata dia.

Jerry mengungkapkan, seluruh pendanaan dari bank asing tersebut digunakan untuk mendanai pembiayaan dalam bentuk rupiah. Sedangkan untuk mengantisipasi risiko nilai tukar, perseroan melakukan transaksi lindung nilai (hedging). “Pinjaman bank asing tidak ada yang natural hedging, semuanya kami swap,” jelas dia.

Selain pinjaman dari bank asing, perseroan berencana menerbitkan obligasi dengan nilai Rp 2-3 triliun pada 26 Maret mendatang. Penerbitan obligasi ini merupakan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) II Tahap I FIFGroup dari nilai total obligasi yang akan diterbitkan mencapai Rp 10 triliun.

Jerry menjelaskan, perseroan akan memantau kondisi pasar sebelum menerbitkan obligasi tersebut. Apabila kondisi pasar mendukung, perseroan akan menerbitkan obligasi tahap kedua tahun ini. Sementara sisa obligasi akan diterbitkan tahun depan. “Kami terus memantau market. Apabila suku bunga bagus, kami akan menerbitkan lagi pada semester-II mendatang,” ujar dia.

Sumber pendanaan tersebut akan digunakan untuk mendanai penyaluran pembiayaan perseroan yang tahun ini ditargetkan mencapai Rp 28 triliun. Tahun lalu, realisasi penyaluran pembiayaan FIFGroup mencapai Rp 26 triliun.

Penyaluran pembiayaan FIFGroup masih terkonsentrasi pada kendaraan bermotor. Namun Suhartono menjelaskan, pada 2015, perseroan akan menggarap pembiayaan multiguna. Segmen pembiayaan ini dipilih, karena tidak jauh berbeda dengan segmen pembiayaan sepeda motor yang sudah dijalani FIFGroup selama ini.

Untuk pembiayaan multiguna, perseroan akan menyasar segmen ritel. “Kami akan mencoba ke pembiayaan ritel, karena potensinya masih besar sehingga menarik untuk dikerjakan,” ujar dia.

Menurut Suhartono, perusahaan akan bekerja sama dengan pengusaha tenda bakmi yang biasanya menjajakan usaha di kampus-kampus. Skema pembiayaannya adalah dengan memberikan dana untuk pembuatan warung dan pembayaran dilakukan secara angsuran. “Jadi skema pembiayaannya dilakukan secara multiguna, kami memberikan kredit untuk membuat warung supaya lebih bagus,” jelas dia.

Saat ini, FIFGroup sudah membuat tim untuk merealisasikan lini usaha baru yang diharapkan bisa direalisasikan pada Juni 2015. Selain pembiayaan multiguna untuk usaha warung, perseroan berniat memberikan pembiayaan sektor properti. Namun pembiayaan yang diberikan bukan pembiayaan perumahan, tetapi pembiayaan interior apartemen.

“Jadi kami akan bekerja sama dengan produsen elektronik untuk menyediakan interior apartemen, sehingga debitor yang membeli apartemen tinggal masuk saja,” ujar Suhatono. (gtr)

Editor :

BAGIKAN