Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pembobolan Internet Banking, Tiga Bank Rugi Rp 5 Miliar

Jumat, 17 April 2015 | 19:04 WIB
ah

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, total kerugian yang diakibatkan oleh tiga bank besar akibat kejahatan dengan menggunakan virus di fasilitas internet banking hanya mencapai Rp 5 miliar. Tiga bank yang terdiri atas dua bank BUMN dan satu bank swasta itu juga sudah mengganti seluruh kerugian yang diderita nasabah. 

Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perbankan OJK Ir wan Lubis menuturkan, upaya pembobolan yang terjadi di tiga bank besar menimpa sebanyak 200 ribu orang dengan kerugian sekitar Rp 5 miliar, bukan Rp 130 miliar seperti yang sebelumnya disebutkan oleh Bareskrim Polri. Kerugian yang menimpa nasabah tersebut, menurut dia, telah ditangani dan diganti oleh bank.

“Ada tiga bank, jumlahnya tidak besar. Jumlah debitornya sekitar 200 orang dengan jumlah kerugian sekitar Rp 5 miliar, bukan Rp 130 miliar. Tiga bank itu bank besar dan kerugian nasabah sudah di-handle dan diganti oleh bank,” ujar Irwan di Jakarta, Kamis (16/4).

Menurut Irwan, kejahatan perbankan melalui internet banking tersebut menggunakan virus malware yang menjangkit ke komputer nasabah. Akibatnya, ketika nasabah masuk ke internet banking, nasabah bukan hanya diminta memasukkan user id dan PIN tetapi juga diminta untuk melakukan sinkronisasi token.

“Ketika itu, hacker mulai bekerja, apabila orang tidak waspada langsung prosesnya dikendalikan oleh dia (hacker),” ungkap Irwan.

Saat ini keamanan teknologi di tiga bank tersebut telah ditingkatkan, sehingga pola kejahatan melalui internet banking kemungkinan tidak akan terjadi lagi karena sistem bank telah melakukan blocking terlebih dahulu. 

Namun, dia meminta nasabah tetap waspada dan lebih berhati-hati dalam menggunakan internet banking. “Kalau ada instruksi yang tidak lazim, segera hubungi call center bank,” tambah dia.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat agar berhati-hati menggunakan fasilitas internet banking, seiring munculnya modus kejahatan phishing untuk mendapatkan informasi penting seperti kata sandi. Pelaku kejahatan menyamar sebagai orang atau bisnis terpercaya dalam sebuah komunikasi elektronik resmi, seperti surat elektronik (email) atau pesan singkat (SMS).

Masyarakat diminta mematuhi informasi pengamanan yang telah diberikan oleh masing-masing bank, saat menggunakan fasilitas internet banking. Masyarakat hendaknya tidak bertransaksi menggunakan komputer yang digunakan di tempat umum. Komputer yang digunakan untuk bertranskasi perlu di-upgrade dengan antivirus secara berkala, mengganti PIN atau password, serta tidak mudah memberikan data pribadi dan nama ibu kandung.

OJK juga meminta setiap bank segera merespons identifikasi satu bank lainnya jika patut diduga adanya kejahatan internet banking. Ini penting agar bank masih bisa menyelamatkan dana nasabah dan bank tidak menjadi korban karena kejahatan ini. (ID)

Editor :

BAGIKAN