Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

FIFGroup Bukukan New Booking Rp 8 Triliun

Rabu, 17 Juni 2015 | 18:17 WIB

JAKARTA – PT Federal International Finance (FIFGroup) membukukan pembiayaan baru (new booking) sebesar Rp 8,44 triliun pada April 2015, tumbuh 14,99% dari periode sama pada 2014 yang sebesar Rp 7,34 triliun. Hingga saat ini, lini pembiayaan sepeda motor masih mendominasi total new booking perseroan dengan porsi sekitar 86,02%.


Direktur Utama FIFGroup Suhartono mengatakan, sampai akhir April lalu, pembiayaan motor bekas perseroan tumbuh 43,08% dari posisi Rp 1,3 triliun menjadi Rp 1,86 triliun. Sementara itu, pembiayaan motor baru menyentuh Rp 5,4 triliun, tumbuh 10,20% dibanding April 2014 yang mencapai Rp 4,9 triliun.


Dari sisi pembiayaan elektronik, FIFGroup mencatatkan, pembiayaan tumbuh 1,98% menjadi sekitar Rp 877 miliar dari posisi Rp 860 miliar.


Sedangkan untuk pembiayaan mobil, menurut Suhartono, perseroan berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 215 miliar atau tumbuh 29,52% dari April 2014 yang sekitar Rp 166 miliar. “Di tengah pertumbuhan ekonomi kuartal I-2015 yang sebesar 4,7%, pembiayaan baru kami masih meningkat. Selain itu, kalau melihat data pembiayaan hinggaMei, sudah ada kenaikan. Jadi mudah-mudahan, tahun ini perseroan dapat mencapai target new booking yang kisaran Rp 26-28 triliun,” ujar dia kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.


Saat ini, perseroan memiliki 8,5 juta nasabah. Kendati, dari total nasabah hanya ada sekitar 4,2 juta nasabah yang aktif. Untuk meningkatkan bisnis, FIFGroup juga mulai merambah pembiayaan multiguna. Namun, lini pembiayaan tersebut masih berupa proyek perdana dan masih berpusat di Pulau Jawa. “Perseroan masih belajar kalau untuk multiguna, ya mungkin butuh waktu satu tahun untuk itu. Kalau sudah besar, baru kami pasarkan ke luar Pulau Jawa,” jelas dia.


Suhartono memaparkan, pembiayaan mobil FIFGroup mulai digarap tahun lalu. Oleh karena itu, kontribusi lini pembiayaan tersebut masih terbilang kecil dan fokus perseroan masih terpusat di desa. Hal tersebut merupakan bagian dari tiga strategi FIFGroup. “Jika pasar tengah bagus, kami akan meningkatkan diri. Sedangkan kalau ada pesaing besar, perseroan akan gerilya. Lalu kami akan pakai inovasi jika ada kompetensi, tetapi bisnis juga tengah bertumbuh,” papar dia.


Selain lini usaha konvensional, lanjut dia, perseroan juga memiliki unit usaha syariah (UUS). Kendati, diakuinya porsi pembiayaan syariah FIFGroup masih sekitar 10% terhadap new booking April 2015 yang sebesar Rp 8,44 triliun.


Menurut dia, industri perusahaan pembiayaan (multifinance) setelah diberlakukan ketentuan financing to value (FTV) berdampak pembiayaan syariah perseroan menurun. Namun, di sisi lain , faktor utama penurunan pembiayaan syariah berasal dari daya beli yang menurun sehingga tidak hanya semata-mata faktor down payment (DP). Namun, Suhartono tetap menyambut baik, terkait rencana regulator untuk memberikan relaksasi kepada FTV. Menurut dia, jika relaksasi diberikan kepada syariah dan konvensional tidak tentu akan mendorong peningkatan pembaiyaan industri multifinance di Indonesia.


“Relaksasi tersebut mungkin akan meningkatkan total pembiayaan (konvensional dan syariah) kami sekitar 5%. Ya, tidak terlalu besar, karena perseroan juga menjaga agar rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) juga tidak meningkat,” tegas dia.


Laba Bersih

Dengan target pembiayaan kisaran Rp 26-28 triliun, lanjut dia, tahun ini FIFGROUP menargetkan laba bersih dapat mencapai Rp 1,5 triliun. Tahun lalu, menurut Suhartono, perseroan berhasil mencetak laba sebesar Rp 1,3 triliun. “Untuk memberi semangat kepada karyawan, kami mencetak plat yang memuat target laba setiap tahun. Tahun lalu, target yang tercetak sebesar Rp 1,2 triliun dan perseroan akhirnya berhasil memperoleh Rp 1,3 triliun,” papar dia.


Adapun sejalan dengan pembiayaan baru yang positif, hingga April lalu perolehan laba bersih FIFGROUP juga cukup positif. Suhar tono mengungkapkan, perseroan berhasil membukukan laba sebesar Rp 447 miliar, tumbuh 8,23% dari periode sama tahun 2015 yang sebesar Rp 413 miliar. “Jadi mudah-mudahan dapat tercapai target kami. Untuk semester II mendatang, tren pembiayaan juga akan naik,” ujar dia.


Mengenai NPF, Suhartono menegaskan, FIFGroup sebesar 1,45% dan perseroan berupaya menurunkan hingga berada di level 1,2%, “Kami akan upayakan hingga 1,2%, tentu dengan berbagai strategi collection yang ada. Selain itu, perseroan juga mempunyai kebijakan untuk membatasi maksimal pembiayaan setiap kantor cabang. Dengan begitu, kepala cabang kami bisa fokus dan NPF terkendali,” jelas dia.


Terkait jaringan, Suhartono mengungkapkan, perseroan memiliki rencana menambah sebanyak 600 point of service. Hal itu merupakan rencana FIFGroup agar dapat menggarap seluruh pasar pembiayaan yang ada di seluruh wilayah Indonesia. Hingga saat ini, perseroan memiliki sekitar 870 kantor cabang dan point of service.


“Untuk pembukaan kantor, jika membeli satu ruko itu biaya investasi yang dikeluarkan bisa sekitar Rp 3 miliar. Sementara kalau perseroan menyewa hanya butuh sekitar Rp 500 juta. Beli atau menyewa, semuanya itu tergantung keadaan di wilayah yang kami pilih,” ungkap dia. (ID)

Editor :

BAGIKAN