Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

BTN Masih Optimistis Target Laba Tercapai

Selasa, 30 Juni 2015 | 19:22 WIB

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tengah mengkaji revisi pertumbuhan penyaluran kredit dalam rencana bisnis bank (RBB) tahun 2015. Meski demikian, perseroan masih optimistis dengan target pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dan laba bersih.


Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, pertumbuhan kredit yang sesuai arahan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekitar 15-17%. Terkait kajian revisi, hal tersebut merupakan strategi yang dipertimbangkan perseroan guna menyesuaikan pertumbuhan kredit sesuai arahan regulator. Pada RBB tahun ini, BTN menargetkan pertumbuhan kredit 17-19%, DPK 19-20%, dan laba di atas 40%. Sampai Mei 2015, laba bersih perseroan tumbuh 49,88% (unaudited) secara year on year (yoy).


Maryono menegaskan, BTN tidak berencana merevisi target laba. Berdasarkan laporan keuangan periode Mei lalu, laba bersih perseroan tumbuh 49,88% (yoy) dari posisi Rp 452,05 miliar menjadi Rp 677,53 miliar.


“Perolehan laba kami per Mei lalu cukup besar, karena ada peningkatan kredit dan penurunan biaya dana (cost of fund). Selain itu, pendapatan nonbunga kami tumbuh,” ujar ditemui di sela acara penandatanganan perjanjian kerja sama antara BTN dan Kementerian Pariwisata di Jakarta, Senin (29/6).


Tahun ini, ungkap Maryono, perseroan membidik peningkatan fee based income sebesar 30% dari posisi tahun 2014 yang sekitar Rp 900 miliar. Adapun kenaikan itu disumbang dari pertumbuhan rekening dan peningkatan dari sisi bancassurance. Khusus bancassurance, perseroan memproyeksi perolehan fee based income akan lebih dari Rp 30 miliar.


Laporan keuangan BTN periode Mei 2015 menunjukkan, pendapatan bunga bersih perseroan tumbuh 16,96% (yoy) menjadi Rp 2,62 triliun (unaudited). Sedangkan, pendapatan nonbunga mencapai Rp 420,90 miliar, tumbuh 28,70% (yoy). Dari sisi penyaluran kredit dan pembiayaan syariah, BTN membukukan sekitar Rp 123,34 triliun, tumbuh 18,17% dibanding periode Mei 2014 yang mencapai Rp 104,32 triliun.


Adapun dari sisi dana masyarakat, laporan keuangan bulanan BTN pada Mei 2015 menunjukkan, DPK tumbuh 10,78% menjadi Rp 104,03 triliun. Mengenai hal tersebut Maryono mengungkapkan, komposisi current account and savings account (CASA) perseroan sudah sebesar 49%. Saat ini total aset perseroan tercatat sebesar Rp 152,81 triliun, tumbuh 14,01% (yoy).


“Dalam RBB, kami menargetkan CASA dapat mencapai 51% pada akhir 2015. Terkait Rancangan Undang- Undang (RUU) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), kami setuju dan siap membantu pemerintah untuk memberi masukan. Kami berharap, dana yang ada nanti bisa dimanfaatkan untuk perumahan dan Tapera juga dapat berjalan efektif,” tutur dia.


Direktur Konsumer BTN Mansyur S Nasution memaparkan, porsi kredit perseroan terhadap sektor properti sekitar 89%. Adapun sektor properti, jelas dia, antara lain terdiri atas perumahan dan konstruksi. “Sementara total penyaluran kredit perseroan sebesar 95% berasal dari kredit perumahan. Perseroan mencatatkan porsi kredit subsidi sebesar 42% dan nonsubsidi 58%,” papar dia.


Terkait RBB 2015, Mansyur mengatakan, perseroan masih dalam tahap kajian. Kendati demikian, ia mengakui, kalau ada perubahan target BTN cenderung menurunkan kredit bukan menaikkan.


“Kalau mengenai relaksasi dari BI terkait loan to value (LTV) atau financing to value (FTV), saya menilai sangat bagus dapat mendorong pertumbuhan kredit perumahan di Indonesia. Tetapi, kredit kami 95% adalah kredit pemilikan rumah (KPR). Jadi secara tidak langsung, pertumbuhan KPR kami tercermin dari target kredit yang dipasang perseroan tahun ini,” tutur dia.


Mansyur juga mengungkapkan, perseroan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah menyalurkan KPR untuk sekitar 50 ribu unit rumah. Sedangkan pada kuartal I-2015, BTN mencatatkan ada sekitar 40 ribu unit rumah. Hingga saat ini, menurut dia, perseroan memiliki rekanan kerja sama 18 ribu developer. (ID)

Editor :

BAGIKAN