Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Bukopin dan BTN Tingkatkan Layanan Berbasis Teknologi

Kamis, 10 September 2015 | 20:18 WIB
ah

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan PT Bank Bukopin Tbk gencar meningkatkan pelayanan berbasis teknologi. Pada kuartal IV-2015, kedua bank tersebut segera menyusul menjadi pemain di pasar uang elektronik berupa prepaid card. Selain itu, kedua bank umum kelompok usaha (BUKU) III itu mengembangkan e-banking guna meningkatkan pelayanan kepada nasabah dan menyesuaikan bisnis di era globalisasi.

 

Funding and Distribution Director BTN Sis Apik Wijayanto mengatakan, perseroan tengah berupaya melakukan transformasi di bidang teknologi informasi (TI). Untuk itu, BTN sedang mengembangkan fitur-fitur layanan berbasis teknologi yang dibutuhkan masyarakat. Misalnya, mesin pembukaan rekening yang dapat membaca e-KTP dan langsung terhubung dengan server milik Kementerian Dalam Negeri.

 

“Di sisi lain, kami juga akan meluncurkan internet banking dan rekening genggam. Dengan rekening genggam, nasabah kami dapat menarik uang melalui mesin ATM (anjungan tunai mandiri), sekalipun tidak membawa kartu debit. Semua itu, mudah-mudahan dapat kami luncurkan pada kuartal IV mendatang,” ujar dia ketika ditemui di Jakarta, Rabu (9/9).

 

Sebelumnya, Sis Apik mengungkapkan, BTN akan ikut menggarap pasar uang elektronik menyusul tiga bank badan usaha milik negara (BUMN) yang sudah lebih dahulu memasuki pasar tersebut. Seperti beberapa layanan e-banking lainnya, prepaid perseroan masih dalam tahap pengajuan kepada regulator. “Untuk platform kartu prepaid, kami menggandeng PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kami pun tidak mengeluarkan biaya yang besar, terkait pengembangan seluruh layanan e-banking perseroan tahun ini,” ungkap dia.

 

Sedangkan secara terpisah, Direktur Bank Bukopin Adhi Brahmantya memaparkan, perseroan tengah mengajukan Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Inklusi Keuangan (Laku Pandai) kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada saat yang sama, Bank Bukopin juga mengurus perizinan peluncuran prepaid kepada Bank Indonesia (BI). Saat ini perseroan memiliki 22 ribu titik payment point online bank (PPOB).

 

“Terkait Laku Pandai, kami akan menggunakan mereka. Namun, mungkin hanya 400 titik PPOB yang dapat melucurkan layanan branchless banking tersebut. Sebab, Bank Bukopin mengajukan syarat, agen Laku Pandai kami harus terlebih dahulu menjadi agen PPOB, lalu dapat melayani pengiriman uang, dan baru dapat menjadi agen branchless banking,” jelas dia.

 

Menurut Adhi, kartu prepaid perseroan akan dinamakan B-Money. Pasar yang akan digarap bank berkategori BUKU III ini adalah ritel dan bukan untuk di wilayah transportasi. Oleh sebab itu, Bank Bukopin akan menyasar kerja sama dengan institusi pendidikan atau korporasi terkait keberadaan B-Money. Adapun, dana simpanan untuk kartu prepaid perseroan maksimal Rp 5 juta.

 

“Untuk platform kami kerja sama dengan pihak ketiga, yakni seperti supplier electronic data capture (EDC). Sementara itu, kalau infrastruktur, perseroan mengembangkan sendiri dan biaya investasi kami mencapai Rp 40 miliar. Kendati, itu biaya investasi tahun ini, karena tahun depan tentu akan tambah lagi,” papar dia.

 

Terkait Laku Pandai, Adhi menjelaskan, ke depan agen perseroan tidak hanya dapat melayani jasa tabungan. Namun, agen branchless banking tersebut dapat menawarkan produk kredit mikro seperti kredit pensiun, serta asuransi mikro. “Mengenai asuransi mikro, kami tengah menjajaki kerja sama dengan dua perusahaana asuransi umum yang menyendiakan produk tersebut. Baru dua, karena kami maupun mereka masih sama-sama belajar terkait bisnis ini,” jelas dia.

 

Saat ini jaringan Bank Bukopin belum terlalu banyak yang berada di wilayah Indonesia bagian Timur. Kendati, Adhi menegaskan, perseroan justru memiliki banyak agen PPOB di wilayah tersebut. “Saat ini, rekening untuk basic saving dan tabungan regular kami pisahkan. Kalau nanti simpanan nasabah basic saving berkembang, kan harus naik jadi nasabah tabungan reguler sesuai ketentuan. Jadi saat itu, baru perseroan buka kantor kas di sana,” tegas dia. (dka)

Editor :

BAGIKAN