Menu
Sign in
@ Contact
Search

Transaksi Tunai di Bali-Nusra 2015 Rp166,5 Miliar

Sabtu, 5 Desember 2015 | 10:38 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

MATARAM-Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali, Dewi Setyowati mengatakan sepanjang tahun 2015, perkembangan transaksi tunai Provinsi Bali dan Nusa Tenggara masih berada pada posisi net outflow sebesar Rp166,5 miliar.

Penyediaan kebutuhan uang dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, dan dalam kondisi yang layak edar terus diupayakan Bank Indonesia melalui berbagai kegiatan kas keliling ke daerah yang jauh dari akses perbankan dan wilayah terpencil.

Selain itu kegiatan kas titipan bekerja sama dengan perbankan, katanya kepada wartawan di Gili Trawang, Lombok Utara, NTB, Jumat, malam.

Dewi yang saat itu didampingi Kepala Perwalilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, Prijono, Kepala Perwalilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Naek Tigor Sinaga, Kepala Divisi Komunikasi Online dan Layanan Informasi Publik Departemen Komunikasi, Dwi Mukti Wibowo, Kepala Divisi Statistik Sistem Keuangan dan Sistem Pembayaran Departemen Statistik, Nunu Hendrawanto.

Tampak juga hadir pemimpin redaksi majalah Infobank, Eko B. Supriyanto yang juga hadir mengatakan hal itu ketika membuka Pelatihan Wartawan untuk liputan Ekonomi Bisnis wilayah Bali dan Nusa Tenggara yang diselenggarakan Bank Indonesia 4-6 Desember 2015.

Dari sisi non tunai, katanya total transaksi kliring Provinsi Bali, NTB dan NTT di sepanjang tahun 2015 mencapai Rp46,37 triliun, dengan total nominal per hari sebesar Rp661,01 milyar.

Sedangkan total transaksi "RTGS dari dan ke masing-masing sebesar Rp202,92 trilyun dan Rp168,26 trilyun. Bank Indonesia dan perbankan terus mendukung untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat melalui instrumen sistem pembayaran seperti kliring, RTGS, yang lebih aman, handal dan cepat.

"Transaksi dengan nilai besar hendaknya dilakukan secara non tunai sehingga lebih cepat dan aman. Dorongan penggunaan transaksi non tunai merupakan salah satu upaya menggalakkan program Less Cash Society (LCS)," katanya.

Bank Indonesia katanya sebagai lembaga publik dalam mencapai tujuannya yaitu menjaga dan memelihara kestabilan nilai rupiah membuat beberapa kebijakan-kebijakan moneter.

"Agar kebijakan dapat berkerja secara efektif, komunikasi yang terbuka antara Bank Indonesia dengan masyarakat sangat dibutuhkan. Setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia harus selalu dikomunikasikan secara transparan kepada masyarakat luas melalui bantuan media," katanya.

Karena itu, lanjutnya Diseminasi kebijakan Bank Indonesia melalui peran media ini diharapkan dapat membantu mengarahkan ekspektasi masyarakat terhadap inflasi dan kestabilan nilai rupiah sesuai dengan yang dikehendaki Bank Indonesia.

Dukungan media juga katanya diperlukan dalam mengkomunikasikan salah satu kebijakan terbaru Bank Indonesia yaitu mengenai Kewajiban Penggunaan Rupiah di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dituangkan dalam PBI No.17/3/PBI/2015 tanggal 31 Maret 2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah NKRI dan Surat Edaran (SE) No.17/11/DKSP tanggal 1 Juni 2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peranan media massa yang begitu masif dan kuat dalam menyampaikan informasi dengan jangkauan yang luas sangat bermanfaat agar seluruh masyarakat terutama wisatawan mancanegara dapat mengetahui dan memahami maksud dan tujuan serta isi dari kebijakan ini.

Terkait kewajiban penggunaan uang Rupiah, Bank Indonesia juga tidak terlepas dari peran besar penyelenggara KUPVA dalam memfasilitasi penggunaan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI melalui jasa penukaran mata uang asing ke dalam mata uang Rupiah.

Oleh karena itu, Bank Indonesia senantiasa memberikan dukungan dalam rangka mewujudkan usaha KUPVA BB yang sehat dan profesional sehingga pada akhirnya industri KUPVA BB di Bali Nusa Tenggara akan menunjang sektor keuangan dan kegiatan perekonomian daerah.

Perkembangan jumlah KUPVA BB di Bali Nusa Tenggara kata dia menunjukkan tren yang positif mengingat perekonomian Bali Nusa Tenggara juga ditopang oleh industri pariwisata.

"Sebagai gambaran umum, sampai dengan November 2015, total KUPVA Berizin di Bali, NTB dan NTT mencapai 142 Kantor Pusat 465 Kantor Cabang dan tersebar di seluruh kabupaten/kota. Dominasi sebaran terbesar berada di Provinsi Bali yang berjumlah 127 Kantor Pusat dan 462 Kantor Cabang," katanya.

Dalam menjalankan tugasnya di daerah, kata dia peran media juga sangat dibutuhkan untuk mengkomunikasikan berbagai kegiatan Bank Indonesia dalam memajukan perekonomian daerah.

"Bank Indonesia senantiasa mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi di wilayahnya masing-masing melalui pemberian bantuan teknis kepada UMKM di Provinsi Bali, NTB, dan NTT. Sebagai dukungan terhadap Program Nasional Ketahanan Pangan, Bank Indonesia mengembangkan klaster komoditas padi di Kabupaten Gianyar, Bali dan Kabupaten Manggarai Barat, NTT," katanya.

Pengembangan klaster padi diharapkan dapat mendorong ketersediaan komoditas beras yang lebih baik yang pada akhirnya dapat menciptakan kestabilan harga dan mendukung swasembada pangan.

Selain itu bantuan teknis juga diberikan sebagai upaya pengembangan komoditas perkebunan seperti kedelai di daerah Bima, NTB, bawang merah di daerah Songan, Bali dan NTB, serta cabai di Kupang, NTT.

Dalam rangka mendukung pengembangan komoditas unggulan daerah, Bank Indonesia juga mengembangkan klaster Sapi di Kabupaten Karangasem, Bali serta di Kota Kupang dan Kabupaten Malaka, NTT. Selain pemberian bantuan teknis, Bank Indonesia juga telah menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pendukung melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).(ant/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com