Menu
Sign in
@ Contact
Search

BNI Targetkan Transaksi Tap Cash Naik 20%

Jumat, 3 Mar 2017 | 16:56 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menargetkan jumlah transaksi pada perhelatan Java Jazz Festival 2017 yang menggunakan BNI Tap Cash mencapai 98 ribu transaksi atau meningkat sekitar 20%. Tahun lalu, jumlah transaksi yang menggunakan BNI Tap Cash mencapai 81 ribu.


Direktur Consumer Banking BNI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, perhelatan musik yang berlangsung selama tiga hari mulai Jumat (3/3) sampai dengan Minggu (5/3) tersebut, menjadi potensi besar untuk mendapat tambahan transaksi. Tahun ini, pihaknya optimistis dapat meningkatkan jumlah transaksi yang menggunakan BNI Tap Cash mencapai 98 ribu atau meningkat 20%. Hal tersebut sejalan dengan target peningkatan pengunjung Java Jazz.

Advertisement


"Disebutkan jumlah pengunjung Java Jazz meningkat 20%, kami targetkan transaksi juga bisa meningkat 20% dari tahun lalu 81 ribu transaksi," kata Anggoro di sela acara jumpa pers BNI Java Jazz Festival 2017, Jakarta, Rabu (1/2).


Dukungan BNI terhadap perhelatan musik jazz ini merupakan yang ke-13, setelah 12 tahun BNI tanpa henti terus memberi dukungan. Dukungan tersebut juga menjadi simbol gairah BNI dalam usaha menumbuhkan industri kreatif di Tanah Air. Tahun ini, BNI akan menjadikan BNI Java Jazz 2017 sebagai arena BNI Digital Experience.


Anggoro menjelaskan, selain transaksi melalui BNI Tap Cash, BNI memiliki layanan baru, yakni QR Payment. Namun saat ini, pihaknya baru melakukan sosialisasi. "Tap Cash ini kan sudah lama, tapi perlu edukasi, kami juga akan sosialisasi QR Payment. Kami mendukung program pemerintah terkait cashless society, jadi di Java Jazz nanti tidak ada transaksi tunai," jelas dia.


Khusus di event tersebut, perseroan juga akan membuat mobile application Ventugo yang akan memberikan pengalaman baru bagi para pengunjung Java Jazz 2017. Aplikasi Ventugo tersebut akan menginformasikan promo-promo terkini dari event-event yang dilaksanakan oleh BNI beserta promo di event tersebut.


Kredit Tumbuh 21%

Sementara itu, terkait kredit, Anggoro mengatakan permintaan masih baik pada awal tahun ini dengan perkiraan pertumbuhan tahunan atau year on year (yoy) mencapai 21% pada kuartal I-2017. Dari laporan bulanan, BNI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 374,59 triliun per Januari 2017.


Anggoro menambahkan, sektor kredit yang menjadi kontribusi pertumbuhan kredit adalah kredit korporasi dan kredit konsumer. Untuk kredit korporasi tahun ini dapat tumbuh sekitar 21-24%, dan kredit konsumer ditargetkan tumbuh 15%. Sedangkan kontribusi kredit konsumer terhadap keseluruhan kredit BNI mencapai 18%.


"Strategi yang dilakukan meningkatkan kredit dengan mempertajam segmen pasar, melakukan promo-promo seperti Java Jazz. Ini cara kami mendekat pada segmen-segmen yang kami anggap potensial, segmen inilah yang kami garap," tambah dia.


Untuk kredit tanpa agunan (KTA), kata dia, tumbuh Rp 6 triliun. Sedangkan tahun ini Anggoro berharap minimal sama dengan tahun lalu. Menurut dia, realisasi penyaluran KTA yang cukup signifikan karena upaya perseroan yang fokus untuk menggarap pada nasabah eksisting yang sudah menggunakan payroll BNI.


Hal tersebut merupakan salah satu cara agar rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) tetap terjaga. BNI tahun ini akan menjaga NPL di bawah 3%, sekitar 2,8-2,9%. Sementara itu, untuk kredit pemilikan rumah (KPR) tahun ini juga diharapkan tumbuh double digit. Tahun lalu KPR tumbuh 5,5% sekitar Rp 36,43 triliun per akhir tahun lalu, dan industri tumbuh 3%. (c02)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com