Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

OJK Diminta Revisi Pungutan

Sabtu, 10 Juni 2017 | 12:14 WIB
Oleh Gita Rossiana dan Devie Kania

JAKARTA – Pelaku industri keuangan mendesak Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di bawah pimpinan Wimboh Santoso untuk meninjau ulang besaran pungutan yang harus disetor ke lembaga tersebut. Mereka keberatan tariff pungutan yang didasarkan atas aset. Seharusnya, persentase pungutan berbasis laba bersih.

 

Dalam Peraturan Pemerintah No 11 Tahun 2014 tentang Pungutan OJK, besaran pungutan berbeda-beda untuk jenis industry jasa keuangan.  Yang selama ini dipersoakan adalah biaya tahunan dalam rangka pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penelitian.

 

Ketua Umum Himpunan Bank Negara (Himbara) Maryono yang juga direktur utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyatakan, tingkat suku bunga perbankan di Indonesia masih tinggi karena bank harus meng-cover biaya operasional yang besar akibat kondisi geografis Indonesia.

 

“Belum lagi, perbankan juga dipungut iuan oleh OJK, niaya penjaminan Lembaga PejaminSimpanan (LPS), dan kewajiban  penempatan giro wajib minimum (GWM) di Bank Indonesia yang tanpa bunga,” kata dia kepada Investor Daily di Jakarta, Jumat (9/6).

 

Menurut Maryono, apabila premi bisa disatukan, apalagi tarifnya bisa diturunkan, hal itu dapat membuat tingkat efisiensi perbankan meningkat. Khususnya OJK, seharusnya bisa mengurangi besaran pungutan yang dikenakan. (c02/yos/hg)

 

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/emiten-jasa-keuangan-juga-keberatan-pungutan-ojk/161362

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN