Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Infrastruktur, Manufaktur, dan Properti Ekspansif

Senin, 12 Juni 2017 | 13:46 WIB
oleh gita rossiana dan yosi winosa

JAKARTA – Ekonomi Indonesia diproyeksikan memasuki fase ekspansi tahun depan, dengan ditopang enam sektor prospektif yakni infrastruktur, manufaktur, properti, jasa keuangan, perdagangan, dan pariwisata. Dewan Komisioner OJK yang baru memastikan akan mendukung dan memfasilitasi ekspansi industri unggulan yang memberikan multiplier effect besar terhadap ekonomi.


Selain sektor infrastruktur, sejumlah sektor lain bisa mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi. Kami akan melihat sektor mana yang memberikan multiplier effect (efek berganda) terhadap ekonomi, itu yang akan kami fasilitasi,” kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Terpilih Wimboh Santoso di Jakarta, akhir pekan lalu.


Wimboh mengatakan, terhadap sektor-sektor unggulan, pihaknya akan melakukan program pendampingan dan intensifikasi supaya bisa berkembang optimal. Pasalnya, pengembangan beberapa sektor penting itu sebenarnya bukan terkendala oleh suku bunga tinggi perbankan, sehingga yang mereka butuhkan lebih kepada program pendampingan, bukan sekadar subsidi bunga.


Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, industri jasa keuangan tidak bisa sekadar memberikan kredit kepada pelaku usaha. Namun, harus pula dibentuk infrastruktur untuk mendukung kegiatan para pelaku usaha. Misalnya, untuk mendukung pengembangan sektor pertanian harus dibangun terlebih dahulu irigasi. Selanjutnya, untuk mendukung distribusi barang, harus dibangun pula jalan dan lain sebagainya,” papar pria yang sebelumnya meniti karier sebagai kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) di New York, executive director International Monetary Fund (IMF), dan Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.


Wimboh Santoso menegaskan, pelaku industri keuangan harus memberikan kredit untuk pengadaan infrastruktur. Dukungan terhadap pengembangan infrastruktur ini tidak hanya bisa dilakukan oleh perbankan.


Pemberian pembiayaan itu juga bisa dilakukan oleh pasar modal. Industri perasuransian dan dana pensiun, melalui dana investasinya yang cukup besar, juga bisa mendukung pembangunan infrastruktur. Termasuk pula, investasi dari luar negeri dalam bentuk foreign direct investment (FDI),” tutur dia. (dho/c02/en)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/bi-berbagai-indikator-ekonomi-telah-membaik/161426

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN