Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Himbara: Akan Ada Promosi agar Masyarakat Tak Terbebani

Rabu, 20 September 2017 | 12:28 WIB

Ketua Umum Himpunan Bank Negara (Himbara) yang juga Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Maryono mengungkapkan, pihaknya akan menaati ketentuan yang dikeluarkan BI mengenai biaya isu ulang uang elektronik.


Kami pun akan melakukan simulasi, sehingga biaya top-up bisa mengurangi beban masyarakat. “Nanti ada gimmick atau promosi, sehingga masyarakat tidak terbebani 100%,” ucap dia.


Maryono sebelumnya mengatakan, bank-bank BUMN telah sepakat tidak membebankan biaya pengisian ulang uang elektronik kepada konsumen. Dengan demikian, biaya isi ulang uang elektronik khusus di kalangan anggota Himbara tetap gratis.


Presiden Direktur PT Bank Central Asia (BCA) Tbk Jahja Setiaatmadja menjelaskan, adanya biaya top-up bisa mengurangi masalah pelayanan yang selama ini kurang baik. “Kalau mau pelayanannya excellent maka harus timbal balik,” tegas dia.


Soalnya, menurut dia, BCA mengeluarkan biaya yang relatif besar untuk membangun infrastruktur uang elektronik. Biaya itu termasuk untuk pembuatan kartu, perawatan, instalisasi di mesin EDC, gerbang tol, dan biaya lainnya.


Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, top-up di ATM internal bank tidak dikenai biaya. Namun, untuk transaksi yang menggunakan vendor pihak lain, seharusnya ada biaya yang dikenakan. “Ke depan, kami harapkan teknologi sudah mengarah ke NFC (near field communications), sehingga transaksi biaya top up tidak perlu komisi,” tutur dia.


NFC adalah pengembangan dari teknologi kartu radio frequency identification (RFID). RFID berbentuk dan berfungsi sama dengan kartu ATM. Bedanya, kartu RFID tidak perlu digosok (contactless) sehingga tidak perlu dikeluarkan dari dompet dalam proses pembayarannya. Pengguna cukup mendekatkan dompetnya ke terminal pembayaran (reader). (is/tl/az)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/bisa-jadi-disinsentif-bagi-konsumen-jalan-tol/165507

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN