Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Konsolidasi Kredit Macet

Jumat, 16 Maret 2018 | 11:41 WIB
Oleh Novy Lumanauw dan Nida Sahara

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, pertumbuhan kredit perbankan pada tahun ini ditargetkan sebesar 12%, dari total pinjaman yang disalurkan pada 2017 Rp 4.763,2 triliun.



"Harapan kami, pertumbuhan kredit 12% sudah mendukung pertumbuhan ekonomi 5,4%," kata Wimboh.


Ia yakin peran industri perbankan nasional tahun ini bisa lebih besar lagi dalam mendukung perkembangan kredit, dibanding tahun lalu yang tidak sesuai target. Pada 2017, pertumbuhan kredit perbankan 8,24%, lebih rendah dari rencana bisnis bank. Pertumbuhan 8,24% tersebut memang lebih banyak didukung bank BUMN sebesar 11,55%.


"Kita paham beberapa bank masih dalam konsolidasi kredit macet, sehingga sebagian kredit macet ini harus dihapus, supaya non-performing loan-nya atau catatan kredit macetnya rendah, karena itu menjadi indikator ekonomi Indonesia," tuturnya.


Wimboh sebelumnya menyebut bahwa tren NPL bakal terus menurun. Pada akhir tahun diperkirakan dapat mencapai di bawah 2% karena keberhasilan bank-bank merestrukturisasi kredit.


Wimboh yakin pertumbuhan kredit pada tahun ini akan tercapai karena didukung kondisi suku bunga yang semakin rendah. "Pada 2017, suku bunga deposito sudah turun 65 basis poin (bps) dan suku bunga kredit turun 77 bps. Dan tren penurunan ini, kita harap masih terus berlanjut untuk merespons penurunan BI reverse repo rate yang terjadi beberapa kali," kata Wimboh.


Wimboh juga tetap yakin target pertumbuhan kredit tercapai walaupun bakal ada kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS. "Ekonomi Indonesia bisa memitigasi dengan baik. Ekonomi kita stabil dan sektor finansial tetap terjaga," ujarnya. (hg)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/moneyandbanking/bri-sudah-miliki-pipeline-dan-roadmap/173273

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN