Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

2017, Modalku Salurkan Kredit Rp 1 Triliun

Gora Kunjana, Kamis, 11 Januari 2018 | 16:13 WIB

JAKARTA – PT Mitrausaha Indonesia Grup atau Modalku, perusahaan financial technology (fintech) berbasis peer to peer (P2P) lending telah menyalurkan kredit sebesar Rp 1 triliun ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia, Singapura, dan Malaysia sepanjang tahun 2017.

 

Co-Founder dan CEO Modalku Reynold Wijaya mengatakan, perkembangan Modalku pada 2017 sembilan kali lebih besar dibandingkan pertumbuhan 2016. Indonesia merupakan pasar terbesar bagi Modalku, di mana lebih dari 50% dari total pinjaman atau sekitar Rp 520 miliar disalurkan bagi UMKM lokal.

 

“Kami semakin terdorong untuk menjadi lebih baik lagi di tahun 2018 agar dapat mendukung semakin banyak UMKM berpotensi, baik di Indonesia maupun di Asia Tenggara,” kata Reynold dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, Rabu (10/1).

 

Di sisi lain, model bisnis P2P lending Modalku memperluas akses pinjaman modal usaha bagi UMKM untuk mengembangkan bisnisnya, agar semakin banyak segmen masyarakat yang mendapatkan layanan keuangan.

 

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terdapat kebutuhan kredit bagi UMKM sebesar Rp 1.700 triliun per tahun di Indonesia. Saat ini, lembaga keuangan yang ada hanya dapat memenuhi Rp 700 triliun dari kebutuhan tersebut, sehingga ada kekurangan pendanaan bagi UMKM sebesar Rp 1.000 trilliun di Indonesia setiap tahun.

 

Situasi tersebut tak hanya merugikan industri usaha kecil, tetapi juga melemahkan ekonomi negara. Studi Oliver Wyman dan Modalku menemukan bahwa kurangnya akses terhadap pinjaman bagi UMKM Indonesia yang ingin berkembang menyebabkan kerugian sebesar 14% dari total PDB nasional di 2015. Karena itu, diperlukan sumber pendanaan alternative bagi UMKM Indonesia, terutama karena kontribusi UMKM yang besar bagi negara, sebesar 60,34% dari PDB nasional dan memperkerjakan 97% dari tenaga kerja Indonesia.

 

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi menambahkan, pendanaan gotong royong online atau fintech lending telah memberikan kontribusi yang baik bagi langkah awal upaya inklusi finansial di Indonesia dengan pendanaan lebih dari Rp 2,5 trilliun sepanjang 2017 termasuk dari temanteman Modalku.

 

“OJK berharap model pendanaan gotong royong online ini akan lebih banyak memberikan dukungan pendanaan di sector hulu pertanian, nelayan, dan UMKM yang selama ini belum sepenuhnya dapat dilayani industry keuangan konvensional,” imbuh Hendrikus.

 

Selain itu, Modalku menutup 2017 dengan ekspansi serta kerja sama dengan organisasi lain. Modalku membuka kantor operasional di Bandung dan Surabaya, serta mengadakan kolaborasi dengan TaniHub, startup agriculture marketplace yang berkembang sangat pesat di Indonesia dan Pefindo Biro Kredit sebagai lembaga pengelola informasi kredit. (nid)

BAGIKAN