Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Teller menghitung rupiah di sebuah bank pemerintah di Jakarta, baru-baru ini.   Foto: Investor Daily/DAVID

Teller menghitung rupiah di sebuah bank pemerintah di Jakarta, baru-baru ini. Foto: Investor Daily/DAVID

2020, Kredit Perbankan Diproyeksi Tumbuh 10,9%

Nida Sahara, Selasa, 10 September 2019 | 08:49 WIB

JAKARTA, investor.id – Pertumbuhan kredit industri perbankan tahun 2020 diperkirakan mencapai 10,9% secara tahunan (year on year/yoy). Proyeksi tersebut naik tipis dibandingkan dengan perkiraan kredit tahun ini yang tumbuh 10,2% (yoy).

"Tahun depan perkiraan 10,9%, tipislah dari tahun ini yang 10,2%. Karena tren tahun 2019 masih berlanjut ke tahun 2020, kalau dilihat dari tren pertumbuhan relatif masih slow," jelas Department Head Industry and Regional Research PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Dendi Ramdani di Jakarta, Senin (9/9).

Dendi mengungkapkan, pertumbuhan yang tipis tahun depan terjadi karena keadaan eksternal yang masih bergejolak. Selain itu, sumber pertumbuhan Indonesia tidak berubah, kecuali mau untuk bertransformasi.

"Manufaktur kan memang sudah lama ya, nanti untuk yang non tradable itu seperti jasa kesehatan, pendidikan. Karena sekarang juga didominasi usia muda, jadi consumer goods itu tinggi, kalau sektoral itu konstruksi, jasa keuangan," papar dia.

Di sisi lain, dia menjelaskan, jika tahun 2010-2014 kredit bisa tumbuh cepat 20-30% (yoy), karena komoditas masih booming. Di antaranya pertambangan, perkebunan dan termasuk jasa turunannya turut mendorong pertumbuhan kredit perbankan.

"Waktu itu bank sangat jor-joran, sekarang ini pelan sekitar 10-11% itu relatif normal. Dengan kondisi sekarang memang bisnis opportunity tidak sebesar dulu, tapi tetap ada dan juga ditambah dengan sikap selektif dan sangat hati-hati," ungkap Dendi.

Untuk rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) tahun depan diperkirakan juga akan menurun seiring dengan perbankan yang semakin selektif menyalurkan kreditnya. Untuk NPL bank tahun 2020 diperkirakan di kisaran 2%.

"NPL trennya sekarang turun, kan sudah 2,5% industri. harusnya sih ke depan menurun. Karena proses seleksinya lebih ketat dan bermasalah diberesin, bisa direstrukturisasi atau kalau tidak bisa ditolong ya dilikuidasi atau hapus buku," kata Dendi.

Untuk akhir tahun 2019, posisi NPL industri perbankan diperkirakan berada di posisi 2,3%, lebih rendah dari posisi Juni 2019 yang di level 2,5%. Sedangkan tahun 2020, NPL perbankan bisa ditekan lebih rendah menjadi 2%.

"Sebetulnya kisaran 2% itu normal tahun depan. Saya pikir seharusnya tidak memburuk ya, dengan asumsi ekonomi tidak memburuk ya, karena proses belajar di bank juga akibat kejadian 2015 semakin berhati-hati, sekarang tidak ada bank jor-joran lagi," tegas Dendi.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA