Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua DK OJK Wimboh Santoso dalam pertemuan tahunan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/1/2021).

Ketua DK OJK Wimboh Santoso dalam pertemuan tahunan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/1/2021).

2020, Kredit Perbankan Minus 2,41%

Jumat, 15 Januari 2021 | 20:50 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA - Penyaluran kredit perbankan pada 2020 mengalami tekanan dan terkontraksi atau minus 2,41% secara tahunan (year on year/yoy). Meski demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan terjaga dengan baik di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Di industri perbankan, perlambatan aktivitas di sektor riil dan belum beroperasinya korporasi besar secara penuh membuat kinerja intermediasi perbankan mengalami tekanan dan terkontraksi 2,41% (yoy) pada 2020," tutur Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2021 secara virtual di Jakarta, Jumat (15/1).

Meski secara industri terkontraksi, menurut Wimboh, kredit bank pelat merah masih tumbuh 0,63% (yoy). Sedangkan Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan bank syariah masing-masing tumbuh 5,22% dan 9,50%.

Dia mengungkapkan, OJK sudah menyiapkan berbagai kebijakan stimulus lanjutan untuk tetap menjaga industri jasa keuangan dan meningkatkan kontribusinya dalam mendorong serta memulihkan perekonomian nasional. Kebijakan itu termuat dalam Masterplan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) 2021-2025.

Wimboh menjelaskan, pandemi Covid-19 merupakan badai besar yang membawa guncangan hebat bagi perekonomian dan pasar keuangan global. Perekonomian nasional pun terkontraksi cukup dalam, sehingga menekan kinerja sektor riil dan mengurangi pendapatan masyarakat.

Untuk mengantisipasi dampak pandemi, kata dia, OJK pada 2020 mengeluarkan berbagai kebijakan forward looking dan countercyclical policies yang ditujukan untuk mengurangi volatilitas pasar, memberikan ruang bagi sektor riil untuk dapat bertahan, serta menjaga stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan. Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) juga sangat membantu melalui pemberian stimulus fiskal dan kebijakan moneter yang akomodatif.

“Kebijakan-kebijakan tersebut sangat efektif sehingga perekonomian domestik secara bertahap terus membaik. Selain itu, stabilitas sistem keuangan sampai saat ini masih terjaga dengan baik,” tegas Wimboh.


 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN