Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
(kiri-kanan) Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto, Direktur Utama BRI Sunarso, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Erick Thohir, dan Direktur Utama PNM Arief Mulyadi usai Penandatanganan Akta Inbreng Saham Pemerintah pada Pegadaian dan PNM sebagai penyertaan modal negara kepada BRI dalam rangka Pembentukan Holding Ultra Mikro, Senin (13/9). Foto: Investor Daily/Nida Sahara

(kiri-kanan) Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto, Direktur Utama BRI Sunarso, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Erick Thohir, dan Direktur Utama PNM Arief Mulyadi usai Penandatanganan Akta Inbreng Saham Pemerintah pada Pegadaian dan PNM sebagai penyertaan modal negara kepada BRI dalam rangka Pembentukan Holding Ultra Mikro, Senin (13/9). Foto: Investor Daily/Nida Sahara

Salurkan Kredit Murah Mulai November 2021

Holding UMi Bidik 30 Juta Pengusaha Ultramikro

Selasa, 14 September 2021 | 07:10 WIB
Nida Sahara dan Novy Lumanauw

JAKARTA, Investor.id -  Holding Ultramikro (UMi) membidik 30 juta pengusaha ultramikro yang belum tersentuh lembaga keuangan formal. Entitas hasil penggabungan nonmerger PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani/PNM (Persero) itu akan menyalurkan kredit dengan suku bunga murah, mudah, dan cepat mulai November mendatang.

"Melalui penggabungan ini, pemerintah ingin memastikan terjadi keberpihakan suku bunga kredit yang lebih murah bagi yang di bawah. Sesuai kesepakatan, November nanti penyaluran kredit sudah benar-benar terjadi," kata Menteri BUMN, Erick Thohir di sela acara Penandatanganan Perjanjian Pengalihan Saham dalam Rangka Pembentukan Holding Ultramikro di Jakarta, Senin (13/9).

Perjanjian pengalihan saham tersebut ditandatangani Menteri BUMN Erick Thohir, Direktur Utama BRI Sunarso, Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto, dan Direktur Utama PNM Arief Mulyadi. Dengan ditandatanganinya perjanjian tersebut, Holding UMi resmi terbentuk dan mulai beroperasi.

Yang ditandatangani adalah akta inbreng (setoran modal nontunai) berupa saham pemerintah di Pegadaian dan PNM sebagai penyertaan modal negara (PMN) kepada BRI selaku induk Holding UMi. Saham negara yang dialihkan kepada BRI bernilai Rp 54,7 triliun.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam sambutannya pada Penandatanganan Perjanjian Pengalihan Saham Dalam Rangka Pembentukan Holding Ultra Mikro, Senin (13/9). Foto: Investor Daily/Nida Sahara
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam sambutannya pada Penandatanganan Perjanjian Pengalihan Saham Dalam Rangka Pembentukan Holding Ultra Mikro, Senin (13/9). Foto: Investor Daily/Nida Sahara

Erick Thohir menegaskan, pembentukan Holding UMi merupakan tonggak pencapaian (milestone) bersejarah yang memiliki visi ekonomi kerakyatan. “Holding UMi juga sejalan dengan target Presiden Jokowi memberikan porsi pembiayaan kepada sektor ultramikro hingga 30% pada 2024,” tutur dia.

Erick menjelaskan, terdapat perbedaan signifikan antara krisis moneter 1997-1998 dengan krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 saat ini. Krisis moneter 1997-1998 lebih banyak berdampak kepada sektor finansial. Sedangkan krisis Covid-19 sangat berdampak kepada ultramikro.

“Kami lihat di lapangan, para personel PNM, BRILink, dan Pegadaian memberikan pemberdayaan kepada pelaku usaha mikro dan ultramikro. Ini yang harus kita pastikan,” ujar dia.

Menurut Menteri BUMN, keseimbangan ekonomi harus terjadi. Tidak boleh yang besar semakin besar, yang kecil semakin kecil. “Kita tidak mau hanya BUMN yang untung, lalu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pailit. Tidak, keseimbangan merupakan hal utama," tegas dia.

Proses pembentukan Holding UMi
Proses pembentukan Holding UMi

Biaya Lebih Murah

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BRI, Sunarso mengungkapkan, Holding UMi bisa memberikan layanan pembiayaan kepada para pelaku usaha ultramikro dengan biaya lebih murah.

Sunarso menambahkan, tidak mudah menangani bisnis mikro, terlebih ultramikro. Tantangan terbesarnya adalah biaya operasional yang tinggi karena melibatkan banyak orang dan jaringan. “Karena itu, risiko operasional juga kadang terjadi. Ini antara lan yang menyebabkan biaya operasional tinggi,” ucap dia.

Holding UMi, menurut Sunarso, bisa menekan biaya-biaya tersebut. “Kolaborasi dan mendigitalkan itu akan menurunkan operational risk dan operational cost, sehingga lebih efisien," tandas dia.

Sunarso mengemukakan, dengan terbentuknya Holding UMi, setiap entitas (BRI, Pegadaan, dan PNM) tidak perlu membuat produk yang sama. Mereka cukup mengoptimalkan bisnis inti (core business) masing-masing. Pegadaian, misalnya, harus fokus pada produk gadai. Sebaliknya, BRI tidak perlu membuat produk gadai emas. Sedangkan PNM tetap fokus pada pemberdayaan ultramikro.

Produk ketiga entitas tersebut, kata Sunarso, justru harus disinergikan, dimulai dari operasional. Sebelum Holding UMi terbentuk, kantor cabang ketiga entitas mungkin banyak yang berdekatan. Setelah holding terbentuk, cabang-cabang BRI, Pegadaian, dan PNM dioptimalkan pada satu cabang dengan agen yang bisa memberikan pinjaman rujukan (referral lending).

"Kami ingin referral lending dari Agen BRILink ditangani Pegadaian dan PNM supaya BRI fokus cari dana saja, BRI fokus tangani micro payment. Kemudian, penyaluran pembiayaan didorong ke Pegadaian dan PNM supaya bisa kasih lending lebih murah," papar Sunarso.

Direktur Utama BRI Sunarso.
Direktur Utama BRI Sunarso.

Sunarso mengatakan, Pegadaian dan PNM fokus mencari nasabah baru untuk diberi pinjaman, sedangkan BRI akan mencari dana sebagai induk Holding UMi. Dengan begitu, Pegadaian dan PNM akan mendapatkan pendanaan (funding) dari BRI dengan biaya dana (cost of fund) lebih murah karena merupakan anggota holding.

"PNM bisa fokus empowering people, fokus ke ibu-ibu. Tidak perlu mikirin cari dana, kan ada issue dijamin induk, jadi fokus saja cari nasabah baru," imbuh Sunarso.

Berdampak Positif

Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto menyambut baik terbentuknya Holding UMi karena entitas itu berdampak positif bagi perseroan. “Kantor cabang Pegadaian tidak sebanyak BRI. Agen Pegadaian juga tidak sebanyak Agen BRILink. Dengan bergabungnya Pegadaian dalam holding ini maka ada tambahan source yang luar biasa,” tutur dia.

Kuswiyoto menjelaskan, masyarakat di daerah yang tidak bisa menjangkau Pegadaian bisa datang ke BRI dan PNM. Mereka akan mendapat akses pembiayaan lebih murah dan lebih mudah.

Dari sisi teknologi, menurut dia, Pegadaian juga belum cukup mumpuni dibandingkan BRI, mengingat investasi teknologi informasi (TI) sangat mahal. Dengan terbentuk dan beroperasinya Holding Umi, Pegadaian bisa lebih efisien mengembangkan TI.

Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto
Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto

Kuswiyoto mengaku sangat beruntung memiliki induk holding seperti BRI. Pasalnya, kebutuhan pendanaan Pegadaian untuk penyaluran kredit pasti bakal didukung BRI.

"Pegadaian itu kan tidak boleh menghimpun dana masyarakat, kami pakai dana pinjaman. Dengan bantuan induk (BRI), cost of fund lebih murah dan kami passthrough paling telat November harus turunkan bunga kepada masyarakat. Intinya, Pegadaian sangat diuntungkan oleh holding ini," tegas Kuswiyoto.

Hal senada diungkapkan Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi. Menurut dia, bergabungnya PNM sebagai anggota holding akan menguntungkan PNM sehingga perseroan bisa menurunkan bunga pinjaman kepada para nasabahnya.

"Bagi nasabah, selain mendapatkan jaminan kesinambungan pemberdayaan, mereka mendapatkan jaminan efisiensi dan efektivitas proses. Insya Allah kami kami bisa memberikan keringanan beban bunga atau margin kepada nasabah," ujar Arief.

Kekuatan jaringan BRI, Pegadaian, dan PNM
Kekuatan jaringan BRI, Pegadaian, dan PNM

Dikonfirmasi secara terpisah, Arief Mulyadi menyebutkan, besaran suku bunga yang akan diturunkan masih memperhitungkan kondisi nanti. Intinya, pada November mendatang suku bunga murah diharapkan sudah bisa diberikan.

"Untuk penurunan suku bunga pinjaman pada November nanti masih kami kaji dan perhitungan secara intens bersama-sama," kata Arief kepada Investor Daily.

Dia menambahkan, sesuai tujuan pendirian Holding UMi, nilai tambah bagi nasabah merupakan prioritas, namun prosesnya bertahap. "Kami akan mengonsolidasikan semua kemampuan dan infrastruktur bersama untuk mencapainya. Secara sah dan legal, Holding UMi sudah berdiri hari ini, operasional juga tentunya kami bertiga sudah sah sebagai bagian dari Holding UMi, dengan induk BRI," papar dia.

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi. Foto: IST
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi. Foto: IST

Dihubungi terpisah, Direktur Kelembagaan dan Perencanaan PNM, Sunar Basuki mengungkapkan, setelah Holding UMi terbentuk, jumlah nasabah baru dipastikan bakal meningkat. Itu terjadi karena jaringan Holding UMi yang luas.

"Diprediksi terdapat tambahan 1,5 juta hingga 2,5 juta nasabah baru per tahunnya setelah holding terbentuk," tegas Sunar seraya menjelaskan, penurunan suku bunga pinjaman akan dilakukan bersama anggota holding lainnya.

Corporate Secretary BRI, Aestika Oryza Gunarto mengemukakan, perihal penyaluran kredit dengan suku bunga lebih rendah, BRI sebagai induk akan menyiapkan pendanaan bagi PNM dan Pegadaian, sehingga biaya dananya relatif lebih rendah dibanding sebelumnya.

"Penurunan biaya dana tentu diharapkan berdampak terhadap credit cost masing-masing entitas, baik Pegadaian maupun PNM. Dengan begitu, nasabah PNM dan Pegadaian dapat menikmati suku bunga yang lebih rendah," kata dia.

Holding UMi, kata Aestika, akan memberikan berbagai kemudahan dan biaya pinjaman dana yang lebih murah dengan jangkauan lebih luas, pendalaman layanan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

"Tentunya pemerintah secara keseluruhan memiliki solusi besar untuk menunjukkan keberpihakan kepada sektor ultramikro,” tutur dia.

Harus Kontributif

Menteri BUMN, Erick Thohir menegaskan, ketika pemerintah berbicara tentang Indonesia Maju, maka di dalamnya ada kemajuan segmen ultramikro. “Tentu melalui penguatan ketahanan ekonomi dan pertumbuhan berkualitas, mengurangi kesenjangan, dan meningkatkan kualitas SDM, terutama pengusaha ultramikro dengan pemberdayaan melalui holding ini," papar dia.

Menteri BUMN menyampaikan, Holding UMi harus berkontribusi dan konsisten memberikan pemasukan bagi negara, baik lewat dividen, pajak, maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP). BUMN telah berkontribusi terhadap penerimaan negara hingga Rp 3.295 triliun selama 10 tahun terakhir.

"Meski ada pandemi, kontribusi BUMN tidak boleh turun, setidaknya sama atau meningkat karena negara pemasukannya berkurang, salah satunya dengan memastikan supply chain dan ekosistem agar efisien, sehingga BUMN tetap tumbuh dan sehat," ujar Erick.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara meyakini pada masa mendatang UMKM menjadi salah satu sektor dunia usaha yang memegang peranan luar biasa penting dalam pemulihan ekonomi.

"Kalau pemulihan ekonomi kita didorong usaha mikro, membuat yang mikro menjadi formal, menaruh dia dalam konteks perbankan, memberikan dia pemberdayaan, maka naik kelasnya akan bisa lebih cepat," tadas dia.

Suahasil menjelaskan, perkembangan pelayanan terhadap usaha kecil dan usaha mikro perlu dilihat secara reguler. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Jokowi agar porsi pendanaan untuk kredit UMKM pada 2024 sedikitnya 30%.

"Tentu keinginan ini didasari visi bahwa usaha mikro dan usaha kecil menjadi tonggak dari dunia usaha kita. Jadi, ini bukan cuma sekadar porsi-porsi kredit, tapi sektor riil yang memang besar," ucap dia.

Holding Umi, menurut Suahasil, lebih dari sekadar pembiayaan dan transaksi antarbank, tetapi lebih pada pendanaan usaha mikro dan usaha kecil dari perbankan.

"Dengan adanya holding ultramikro, kami berharap stabilitas sistem keuangan menjadi lebih baik. Kalau kita memasuki periode-periode sulit seperti periode krisis ini, nanti kita berharap holding ini dengan seluruh usahanya menjadi salah satu tonggak dari stabilitas sistem keuangan," tegas dia.

Kinerja Keuangan  BRI, Pegadaian, dan PNM
Kinerja Keuangan BRI, Pegadaian, dan PNM

Tak Ubah Model Bisnis

Erick Thohir menekankan, Holding UMi akan memperkuat model bisnis masing-masing entitas. BRI, Pegadaian, dan PNM akan saling melengkapi, memberikan layanan keuangan yang terintegrasi untuk keberlanjutan pemberdayaan usaha ultramikro.

"Kehadiran Holding UMi akan meningkatkan pemberdayaan dan menyediakan pembiayaan yang lebih lengkap dan lebih murah, karena itu salah satu tujuan hadirnya Holding UMi melalui sinergi ketiga BUMN," ujar Erick.

Melalui co-location jejaring layanan BRI, ke depan akan disediakan pula loket untuk Pegadaian dan pos para account officer (AO) PNM Mekaar. "Bahkan melalui berbagai simulasi, co-location mampu mencatatkan efisiensi karena menekan biaya operasional dan biaya dana," ucap dia, dengan nada optimistis.

Dirut BRI, Sunarso menegaskan, pembentukan Holding UMi bukan merupakan merger atau peleburan. Alhasil, BRI, Pegadaian, dan PNM masih ada dan tetap menjalankan bisnisnya. Setelah Holding UMi terbentuk, model bisnis ketiga entitas juga tidak berubah, kecuali dalam hal tuntutan digitalisasi untuk melakukan penyesuaian.

"Pegadaian kalau berdiri sendiri mempertahankan pertumbuhannya, fokusnya akan terpecah. Kalau gadai saja diserang fidusia dan fintech. Tapi dengan bergabung dalam ekosistem ini, Pegadaian bisa fokus di gadai saja karena fidusia jadi domain bank, tidak perlu bersaing dengan bank. Demikian juga fintech kami kerjakan bersama," tutur dia.

Sunarso menerangkan, pembiayaan fidusia Pegadaian yang masih berjalan akan tetap diselesaikan, bahkan jika diperlukan bisa diperkuat proses underwriting oleh BRI. Selain itu, gadai emas yang memiliki risiko harga, bisa dibantu manajemen risiko BRI. "Perlu dikenalkan market risk, ini bisa di-provide oleh BRI," ucap dia.

Kuswiyoto menyampaikan, seiring perkembangan usaha, kebutuhan pendanaan tambahan juga dapat dilayani Pegadaian untuk produk gadai. Kecuali itu, layanan investasi dalam bentuk Tabungan Emas dapat menjadi tambahan akses layanan keuangan bagi nasabah ultramikro.

"Pegadaian akan melanjutkan peran pemberdayaan PNM melalui akses produk berbasis gadai dan layanan keuangan lainnya yang lebih luas kepada nasabah ultramikro yang feasible dan bankable sehingga naik kelas. Ini menjadi momentum bagi Pegadaian untuk terus tumbuh bersama masyarakat," ujar dia.

Dia menambahkan, langkah ini sejalan dengan latar belakang perusahaan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi. Juga sesuai visi Pegadaian, yakni menjadi The Most Valuable Financial Company di Indonesia dan sebagai agen inklusi keuangan pilihan utama masyarakat.

Menurut Arief Mulyadi, ketiga entitas sudah melakukan integrasi, terutama dalam sumber daya, infrastruktur, dan data. Lewat integrasi ekosistem UMi dalam holding, ia optimistis program PNM Mekaar semakin memberikan manfaat bagi masyarakat kecil. Itu karena PNM dapat mengoptimalkan peran pemberdayaannya lewat penurunan biaya overhead.

"Kami tentunya lebih yakin bahwa sinergi dan penguatan ekosistem UMi melalui holding akan semakin terakselerasi. Tentunya ini sebuah kebanggaan bagi kami. Selain sebagai pemacu pertumbuhan, Holding UMi akan memberikan nilai tambah untuk nasabah," ucap Arief.

Holding UMi di G20

Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, pihaknya berencana melakukan penolokukuran (benchmarking) bisnis perusahaan pelat merah dengan BUMN negara lain. Rencana perbandingan bisnis perusahaan itu bakal digelar dalam forum G20 pada 2022, di mana Indonesia menjadi tuan rumah.

Erick mengemukakan, pemerintah akan melihat apa kelebihan dan kekurangan BUMN Indonesia. Jika terdapat kelebihan, pemegang saham akan memaksimalkan keunggulan tersebut. Sebaliknya, bila ada kekurangan akan dicari jalan keluarnya.

"Kami ingin ada secara terbuka benchmarking BUMN kita dengan BUMN mancanegara. Kita belajar, kita lihat apa kelebihan dan kekurangan kita," tutur dia.

Salah satu yang disiapkan Kementerian BUMN, kata Erick, adalah Holding UMi. "Holding ini akan kami paparkan kepada BUMN negara lain sebagai kelebihan kita bahwa Indonesia beda," tegas Erick.

Kelak, menurut Erick Thohir, Holding UMi dapat bertransformasi yang akan memberikan dampak bagi lingkungan BUMN lainnya serta dapat menciptakan SDM yang produktif dan berkualitas. Dengan demikian, BUMN bisa bersaing di pasar terbuka.

Pembentukan holding ultra mikro
Pembentukan holding ultra mikro

Sinergi Holding UMi

Ketua Project Management Office (PMO) Tim Privatisasi BRI yang juga Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto membeberkan sejumlah sinergi yang telah dilakukan.

Pertama, menurut dia, adalah implementasi inisiatif co-location di 58 unit kerja BRI dengan target 100 unit kerja poll- collocation pada 2021. Kedua, pengembangan UMi Corner, platform digital yang telah memasuki tahap uji coba di 25 wilayah kerja.

"Ketiga yaitu integrasi data, dilakukan pada sekitar 20 juta data nasabah pinjaman dari ketiga entitas dan dikumpulkan pada satu master data yang dapat diakses dan dimanfaatkan masing-masing entitas," jelas Catur.

Keempat, kata dia, adalah mengembangkan modul pres kliring pinjaman yang akan menjadi salah satu fitur UMi Corner, menggunakan basis data yang telah terintegrasi untuk memperkuat model underwriting pinjaman. Kelima, menyelaraskan budaya terhadap ketiga entitas yang akan berfokus pada AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) yang menjadi budaya BUMN, diikuti budaya BRI One Culture.

"Holding ini memberikan kesempatan untuk bisa berkembang dengan cepat, sehingga bisa menciptakan lapangan kerja baru," tandas Catur.(az)

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN