Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso

Kepala Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso

OJK Targetkan Restrukturisasi Kredit di Atas Rp 720 Triliun

Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:48 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan restrukturisasi kredit melampaui Rp 720 triliun hingga akhir 2021. Target tersebut dipatok seiring dengan keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan, sinyal keberhasilan penanganan pandemi terlihat dari menurunnya kasus positif harian Covid-19 dan percepatan vaksinasi nasional.

"Dengan berbagai upaya percepatan tersebut, didukung OJK dan seluruh pelaku industri keuangan dan masyarakat, kami yakin, fase perbaikan agar segera terwujud, sehingga perekonomian nasional kembali normal seperti pra-Covid," kata Wimboh, dalam pembukaan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2021, Kamis (14/10). 

Menurut dia, keberhasilan penanganan pandemi merupakan monentum bagi pertumbuhan ekonomi domestik. Hal tersebut tercermin dari catatan pertumbuhan kuartal II-2021 lalu yang naik 7,07% secara YoY ,atau 3,31% QoQ. Hingga akhir 2021, Wimboh memperkirakan tren pertumbuhan terus positif dan berlanjut sampai 2022.

"Kami mengapresiasi sinergi kebijakan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan selama pandemi, khsususnya melalui penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020, atau UU Nomor 2 Tahun 2020, di mana itu merupakan pilot bagi kita semua dalam menangani Covid-19 bagi perekonimian dan sektor keuangan," imbuhnya. 

Dalam UU tersebut, OJK juga melakukan pengembangan stimulus, atau Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada 2021 melalui restrukturisasi kredit yang posisi terakhirnya mencapai Rp 744,75 triliun. 

Wimboh ingin, tren restrukturisasi kredit terus melandai dan diharapkan angka terakhir yang kini di posisi Rp 720 triliun bisa terlampaui. Di samping itu, OJK juga terus menjaga likuiditas pasar solid dan berbagai indikator keuangan, sehingga semuanya dapat menunjang kembali IHSG ke posisi pra pandemi.

"Sementara itu, pada 8 Oktober 2021, IHSG tercatat pada level 6.481,77, atau tumbuh signifikan 8,41% secara YTD dengan aliran dana masuk Rp 28,38 triliun YTD,  perkembangan yang menggembirakan," sebutnya. 

Bukan hanya itu, catatan serapan investor asing dari surat berharga negara juga mengindikasikan bukan hanya secara domestik. Investor global sudah memberikan sinyal positif terhadap Indonesia.

Hal tersebut dibuktikan dengan penghimpunan melalui pasar modal hingga 5 Oktober 2021 telah mencapai Rp 266,82 triliun dari 35 emiten baru yang melakukan penawaran umum perdana.

Capaian tersebut, lanjut Wimboh, melampaui perolehan pada 2020 yang hanya Rp 118 triliun. Selain itu, pasar modal juga mencatat lonjakan pertumbuhan, terutama dari investor ritel yang pada september 2021 mencapai 6,4 juta investor, atau tumbuh sekitar 100,51% secara YoY.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN