Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Agus Syabarrudin.

Agus Syabarrudin.

Aset Bank Banten Naik Rp 1,5 Triliun dalam Lima Bulan

Senin, 1 November 2021 | 16:25 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) membukukan kenaikan aset Rp 1,55 triliun menjadi Rp 7,21 triliun per September 2021, dibandingkan April 2021 Rp 5,65. Pertumbuhan ini berada di posisi kedua di antara seluruh BPD Indonesia.

Perseroan telah menyelesaikan penawaran umum terbatas (PUT) VII dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue, 14-21 Oktober 2021. Eks Bank Pundi ini berhasil meraup pendanaan publik hingga Rp 618 miliar dari 8 miliar saham baru  yang terserap.

“Dana yang terhimpun dari PUT VII melampaui target yang diproyeksikan di dalam rencana bisnis bank (RBB) Bank Banten Rp 600 miliar. Perolehan dana publik pada PUT VII naik 92,8% dibanding PUT VI. Ini bentuk nyata kepercayaan investor terhadap Bank Banten untuk terus memacu kinerja perseroan agar dapat meraih laba dan memberikan dampak terhadap pembangunan ekonomi Banten,” ujar Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin, Senin(1/11/2021).

Menurut dia, kinerja perseroan sampai September 2021 cukup menggembirakan, meskipun masih merugi. Sebab, ekspansi baru dimulai  Juni 2021, satu bulan setelah pencabutan Bank Dalam Pengawasan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perseroan butuh waktu untuk melakukan pendekatan baik kepada nasabah lama maupun kepada calon nasabah dalam rangka menumbuhkan kembali kepercayaan mereka kepada Bank Banten.

Dia menuturkan, meskipun perseroan masih merugi, keberhasilan PUT VII menjadi senjata untuk berbenah, termasuk permasalahan warisan dari bank sebelumnya yang dibarengi dengan ekspansi kredit yang sehat serta perolehan dana murah dari nasabah. Sebesar 65% dana rights issue akan digunakan untuk ekspansi kredit dan 35% untuk penguatan struktur  keuangan dan pengembangan teknologi.

Beberapa bulan terakhir, Bank Banten agresif bermanuver. Contohnya, perseroan dan unit usaha Reliance Group, PT Asuransi Reliance Indonesia (ARI), telah menjalin kerja sama yang akan memberikan perlindungan asuransi kepada nasabah-nasabah Bank Banten, khususnya nasabah peminjam (debitor) yang memperoleh fasilitas kredit maupun pembiayaan.
Pemisahan Bank Banten dan Banten Global Development (BGD) juga berdampak positif, lantaran bisa membuat perseroan naik tingkat menjadi BUMD secara langsung. Apabila perseroan sudah menjadi BUMN,  pengembangan bisnis dan usaha perseroan akan semakin ekspansif.

Dia menambahkan, pasar tetap Bank Banten adalah PNS, TNI, Polri, dan lainnya. Di tengah pandemi Covid-19, masyarakat dan pasar lebih cenderung menggunakan layanan digital yang bahkan berkembang sangat signifikan.

"Pengembangan layanan digitalisasi yang dilakukan Bank Banten akan mendongkrak kualitas SDM yang ada di Bank Banten. Secara kinerja, perseroan terus menunjukkan hal positif, seperti pertumbuhan kredit," kata dia.

Dengan menjadi BUMD seutuhnya, dia menyatakan, perseroan akan mendukung pembangunan-pembangunan yang ada di Provinsi Banten. Hingga akhir tahun, dia meyakini, Bank Banten bakal terus melaju.

Salah satu contoh program yang digeber, kata dia, adalah buyback kredit yang masih akan berlanjut tahun ini. Perseroan telah mencaplok piutang PNS Banten dari Bank BJB senilai Rp 557 miliar milik 4.218 kreditor.

"Buyback kredit PNS Pemprov Banten ini sepaket dengan pengelolaan RKUD Provinsi Banten yang sebelumnya telah dikelola oleh Bank Banten," kata dia. 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN