Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sejumlah lembaga keuangan siap mengimplementasikan BI Fast

Sejumlah lembaga keuangan siap mengimplementasikan BI Fast

BI Fast Bisa Tingkatkan Volume Transaksi dan Pendapatan Bank

Rabu, 24 November 2021 | 18:59 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) menilai, infrastruktur BI Fast Payment mendorong bank untuk terus berinovasi dan meningkatkan layanan kepada nasabah. Sehingga bank bisa mengerek lebih banyak volume transaksi dan meningkatkan pendapatan.

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta menyampaikan, berbagai kelebihan dari fitur BI Fast menjadi game changer yang dapat dimanfaatkan oleh industri perbankan melakukan inovasi dari layanan. Bank-bank yang tadinya tidak banyak melayani transfer nasabah bisa mula membangun transaksi lebih banyak seiring pemenuhan kebutuhan nasabah.

Berikutnya, kata dia, bank perlu mengantisipasi perkembangan transaksi digital karena masyarakat menginginkan proses yang sederhana dan efisien. Salah satu kelebihan BI Fast misalnya, nantinya dana hasil transaksi sudah dapat diterima hanya dalam waktu 25 detik. Hal itu tentu meningkatkan layanan sistem pembayaran kepada nasabah.

"Maka kami harapkan ini bisa meningkatkan volume transaksi dan pendapatan bank. Misalnya, kalau sebelumnya dengan biaya Rp 5.000 hanya mampu 10 transaksi atau mendapat Rp 50 ribu. Tapi dengan BI Fast yang biayanya Rp 2.500, tetapi bisa lebih banyak misal 50 transaksi, maka yang didapat Rp 125 ribu. Jadi volume ini yang akan meningkat, sehingga pendapatan tidak akan berkurang," kata Fili pada diskusi virtual bertajuk Optimalisasi Kebijakan BI Fast Payment dalam Membangun Ekonomi Digital Indonesia, Rabu (24/11).

Fili juga mengungkapkan, volume transaksi dari perbankan sangat bervariatif. Ada bank yang hanya memproses transaksi kurang dari 10 per hari, sedangkan di sisi lain ada bank yang tercatat memproses sebanyak 600 ribu transaksi per hari. BI Fast tentu mendorong kedua segmen bank itu untuk berinovasi dalam pelayanannya, sehingga volume transaksi setiap bank pun meningkat.

Lagi pula, menurut dia, bank sebagai lembaga keuangan yang menjalankan fungsi intermediasi seharusnya lebih mendorong pendapatan dari lini pendapatan bunga, terutama kredit. Pendapatan bank dari transaksi pembayaran bukan menjadi lini bisnis utama bank, tapi lebih pada layanan tambahan yang disediakan perbankan sebagai nasabah.

Fili mengatakan, pengembangan BI Fast ini searah dengan pengembangan sistem pembayaran ritel. BI Fast memungkinkan transaksi sistem pembayaran nasional menjadi lebih cepat, mudah, murah, aman, dan handal (cemumuah). Hal itu yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi secara sederhana dan efisien.

Fili menjelaskan, BI Fast bisa cepat karena beroperasi selama 24 jam dalam tujuh hari, serta real time dari sisi nasabah dan bank. Kemudian mudah karena menggunakan proxy address sebagai alternatif dari rekening. Hal itu memungkinkan transaksi nasabah tanpa menggunakan rekening, hanya perlu hanya menggunakan nomor handphone atau email sebagai alternatif.

Kelebihan selanjutnya adalah murah, karena sebagai infrastruktur publik biaya bank kepada nasabah ditetapkan maksimal Rp 2.500. Biaya itu tentu bisa lebih rendah tergantung kebijakan dari masing-masing bank penyelenggara. Nilai itu juga lebih murah dibandingkan transaksi melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) sebesar Rp 2.900.

Berikutnya layanan itu adalah aman, karena dilengkapi dengan fitur fraud detection system serta anti pencucian uang dan pembiayaan terorisme. Terakhir, infrastruktur BI Fast lebih handal karena dinilai bisa melayani berbagai instrumen dan kanal pelayanan sistem pembayaran seperti bisa transaksi kredit, transfer, request payment, dan kedepan transaksi pembayaran menggunakan kartu.

Fili bilang, kombinasi dari kelebihan BI Fast yang lebih murah dan mampu dilakukan di berbagai layanan itu tentu akan meningkatkan volume transaksi bank. BI mencatat, RTGS tercatat memproses sebanyak 31 ribu transaksi per hari, SKNBI sekitar 679 transaksi per hari, dan BI Fast tentu diproyeksi memiliki transaksi yang lebih besar.

"Potensi transaksi BI Fast ini bisa mencapai 9,1 juta transaksi per hari. Oleh karena itu kami mencoba untuk memproyeksikan dengan menggunakan baseline data, transaksi SKNBI, mobile banking, internet banking, dan uang elektronik, kami proyeksikan dan diharapkan transaksi BI Fast dalam lima tahun kedepan bisa mencapai 16,9 miliar transaksi," kata dia.

Fili menambahkan, skema BI Fast ini memang ditetapkan oleh BI karena tiga hal. Pertama, mempertimbangkan pelaksanaan tugas BI di bidang sistem pembayaran sesuai amanat Undang-Undang (UU). Kedua, perlu penyediaan infrastruktur publik yang efisien untuk mendukung sistem pembayaran yang cemumuah. Ketiga adalah mendukung percepatan ekonomi keuangan digital yang sedang dilakukan pemerintah, dengan tetap menjaga keberlangsungan dari bank.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN