Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Industri manufaktur. Foto ilustrasi: IST

Industri manufaktur. Foto ilustrasi: IST

Sektor Manufaktur dan Rumah Tangga Dorong Pertumbuhan Kredit

Rabu, 24 November 2021 | 19:52 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat stabilitas sistem keuangan masih terjaga hingga Oktober 2021. Intermediasi perbankan tercatat tumbuh 3,24% secara tahunan (year on year/yoy), atau 3,21% secara year to date (ytd) didukung oleh sektor manufaktur dan rumah tangga.

"Secara sektoral, kredit sektor utama tercatat mengalami peningkatan terutama pada sektor manufaktur dan rumah tangga dengan peningkatan masing-masing sebesar Rp 5,3 triliun dan Rp 8,8 triliun," tutur Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam keterangannya, Rabu (24/11).

Pertumbuhan kredit tersebut mencerminkan dukungan perbankan dalam pemulihan ekonomi nasional semakin membaik. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,44% (yoy).

Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulan November 2021 juga mencatat aktivitas perekonomian global semakin pulih, namun tetap perlu dicermati tren kenaikan kasus positif Covid-19 di kawasan Eropa sehingga beberapa negara di kawasan itu kembali melakukan peningkatan pembatasan mobilitas.

Selain itu, restrukturisasi kredit Covid-19 masih melanjutkan tren penurunan di Oktober 2021. Secara sektoral, sektor ekonomi utama yang terdampak Covid-19, yaitu perdagangan dan manufaktur, telah menunjukkan perbaikan dengan pergerakan masing-masing sebesar -23,1% (yoy) dan -35,9% (yoy).

OJK mencatat, Posisi Devisa Neto (PDN) Oktober 2021 tercatat sebesar 1,97% atau berada jauh di bawah threshold sebesar 20%. Di sisi lain, likuiditas industri perbankan pada Oktober 2021 masih berada pada level yang memadai. Hal ini terlihat dari rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit dan Alat Likuid/DPK masing-masing sebesar 154,59% dan 34,05%, yang berarti di atas ambang batas ketentuan masing-masing pada level 50% dan 10%.

Dari sisi permodalan, industri perbankan mencatatkan peningkatan capital adequacy ratio (CAR) menjadi sebesar 25,34% atau jauh di atas threshold. "OJK secara konsisten melakukan asesmen terhadap perekonomian dan sektor jasa keuangan bersama dengan pemerintah dan otoritas terkait lainnya serta para stakeholder dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah momentum akselerasi pemulihan ekonomi nasional," jelas Anto.

Seiring dengan membaiknya kinerja sektor jasa keuangan domestik tersebut, profil risiko lembaga jasa keuangan pada Oktober 2021 tetap terjaga baik dengan rasio NPL nett tercatat menurun menjadi 1,02% dengan NPL gross 3,22%.

Kondisi stabilitas serta kinerja sektor jasa keuangan yang terjaga dan terus bertumbuh positif di tengah upaya pemulihan ekonomi tersebut, menandai perayaan HUT satu dasawarsa OJK yang jatuh pada 22 November lalu. Kinerja sektor keuangan yang terjaga dengan baik ini sejalan kerja pengawasan yang terus dilakukan OJK serta relatif terkendalinya pandemi Covid-19 dan meningkatnya mobilitas yang berdampak pada peningkatan aktivitas perekonomian.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN