Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bagian teller BSI (Bank Syariah Indonesia)  melayani nasabah di kantor cabang BSI di Jalan S Hasanudin No 57, Jakarta Selatan.  Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Bagian teller BSI (Bank Syariah Indonesia) melayani nasabah di kantor cabang BSI di Jalan S Hasanudin No 57, Jakarta Selatan. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Pacu Inklusi Keuangan Syariah, BSI Permudah Buka Rekening Lewat LinkAja

Kamis, 25 November 2021 | 14:24 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjalin kolaborasi layanan syariah dengan PT Fintek Karya Nusantara melalui layanan syariah LinkAja untuk menghadirkan kemudahan digital kepada masyarakat. Sinergi tersebut untuk mendorong transformasi transaksi digital syariah guna mewujudkan inklusi keuangan di Tanah Air.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penjajakan Kerja Sama Pemanfaatan Layanan Perbankan Syariah antara BSI dengan LinkAja.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengungkapkan, akselerasi digital menjadi salah satu fokus BSI dalam menggenjot kinerja bisnis dan meraih pertumbuhan yang berkelanjutan. BSI akan terus melakukan transformasi digital untuk menghadirkan kemudahan layanan keuangan bagi nasabah dan masyarakat, termasuk melalui strategi memperluas sinergi dan kerja sama dengan mitra strategis.

Hery Gunardi saat memberikan penjelasan pada jumpa pers RUPSLB Bank Mandiri di Jakarta, Rabu (21/10/2020). (Investor Daily/Nida Sahara)
Hery Gunardi  Foto: Investor Daily/Nida Sahara

Kuatnya akselerasi digital BSI tercermin dari transaksi kumulatif BSI Mobile yang mencapai 74,24 juta transaksi atau tumbuh 133% yoy. Hal lain juga ditunjukkan dengan kenaikan transaksi melalui e-channel pada September 2021 yang mencapai 162,40 juta transaksi atau 95% transaksi di BSI sudah menggunakan e-channel. Sedangkan sisanya sebanyak 5% masih menggunakan layanan di teller.

"Kami berharap bersama layanan syariah LinkAja ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Indonesia dalam mengakses semua layanan perbankan syariah. Salah satunya rencana pembukaan rekening BSI secara daring melalui aplikasi LinkAja dan layanan syariah LinkAja," ujar Hery secara virtual, Kamis (25/11).

Ruang lingkup kolaborasi strategis antara layanan syariah LinkAja dengan BSI mencakup empat program utama. Pertama, program promosi bersama yang mencakup dan tidak terbatas untuk Ekstra Saldo Berkah bonus top up saldo dan transfer. Kedua, program disbursement tunjangan untuk karyawan BSI melalui aplikasi LinkAja. Ketiga, kerja sama dan integrasi produk Cardless Withdrawal, Buka Rekening Online, Transfer Saldo LinkAja ke Rekening BSI dan Virtual Account BSI. Keempat, program-program lainnya dalam rangka meningkatkan layanan keuangan syariah di Indonesia.

Layanan Syariah LinkAja
Layanan Syariah LinkAja

Pada saat yang sama, Direktur Marketing LinkAja Wibawa Prasetyawan mengatakan, kolaborasi layanan syariah LinkAja dengan BSI menghadirkan lebih banyak pilihan untuk mendukung pengalaman bertransaksi menggunakan layanan syariah LinkAja dengan ekosistem dan layanan transaksi digital yang paling lengkap, mudah dan tetap mengikuti kaidah-kaidah syariah.

"Kami harap layanan syariah LinkAja sebagai satu-satunya layanan keuangan elektronik berbasis syariah ikut mensukseskan dan berkontribusi dalam Master Plan Ekonomi Syariah yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo di tahun 2019. Untuk menjadikan Indonesia yang mandiri, makmur, dan madani serta menjadi pusat ekonomi syariah terkemuka di dunia," ujar Wibawa.

Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo menegaskan, keberadaan industri keuangan syariah di Indonesia memang telah mengalami peningkatan dan perkembangan yang signifikan. Untuk itu fasilitator keuangan syariah baik perbankan maupun e-wallet berperan penting pada seluruh aktivitas ekonomi dalam ekosistem industri halal.

"Kolaborasi antara layanan perbankan BSI, sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dan e-wallet layanan syariah LinkAja, sebagai e-wallet berbasis syariah pertama dan satu-satunya di Indonesia ini menunjukkan tren yang positif, dengan inovasi produk, peningkatan layanan serta pengembangan ekosistem digital bagi masyarakat Indonesia," tegas Tiko, sapaan akrab Kartika.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, menjadikan Indonesia sebagai tren yang baik dalam perdagangan produk halal di dunia.

"Melalui sinergi strategis layanan syariah LinkAja dengan BSI, diharapkan dapat menjadi pelopor yang baik untuk transformasi digital bagi ekosistem syariah yang berkelanjutan, dan semua masyarakat Indonesia dapat memiliki literasi yang baik akan penggunaan sistem pembayaran elektronik berbasis syariah," ujar dia.

Layanan syariah LinkAja menjadi terobosan baru untuk ekosistem transaksi digital syariah. Sebagai uang elektronik syariah pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi kesesuaian syariah dari DSN (Dewan Syariah Nasional) MUI dan pengembangan fitur syariah dari Bank Indonesia, layanan syariah LinkAja secara progresif terus mengembangkan ekosistem pembayaran syariah yang aman, jujur, dan terintegrasi bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi dengan BSI, layanan syariah LinkAja secara masif memfasilitasi beragam transaksi pembayaran berbasis syariah yang diharapkan dapat memudahkan masyarakat Indonesia dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari seperti pembayaran tagihan, pembelian token listrik, transportasi, belanja di pasar, supermarket, e-commerce hingga fitur pembayaran islami yang lebih spesifik seperti pembayaran zakat, infaq, kurban, investasi syariah, hingga pendaftaran haji secara online.

Solusi pembayaran tersedia hanya dalam satu aplikasi, karena Layanan Syariah LinkAja Berkah untuk Semua.

"Dengan jumlah pengguna LinkAja saat ini yang mencapai lebih dari 79 juta pengguna, dan lebih dari 5,8 juta pengguna Layanan Syariah LinkAja, LinkAja berupaya terus mengeksplorasi potensi-potensi negeri, mengedukasi masyarakat sekaligus memudahkan akses layanan keuangan digital agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang dapat merasakan manfaat yang berarti," tutup Wibawa.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN