Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Foto: IST

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Foto: IST

BI akan Percepat Penerbitan Rupiah Digital

Kamis, 25 November 2021 | 16:52 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, bank sentral tengah dalam proses untuk mempercepat penerbitan rupiah digital sebagai central bank digital currency (CBDC). Selain karena sejumlah manfaat bagi perekonomian, ini dilakukan sebagai respons BI menyusul merebaknya penerbitan aset kripto oleh swasta atau nonbank sentral dan telah menjadi tren global beberapa tahun terakhir.

“Tentu saja kami tidak bisa bergerak di luar kewenangan yang kami miliki. Tapi kami juga tidak tinggal diam, yaitu proses untuk mempercepat penerbitan rupiah digital. Ini yang sedang kami siapkan,” ujar Perry dalam rapat kerja dengan Komis XI DPR RI yang membahas evaluasi kinerja BI tahun 2021 dan pengantar pembahasan RATBI Tahun 2022 di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (25/11).

Menurut Perry, kehadiran aset kripto saat ini tengah menjadi isu global karena menjadi aset tersebut diperdagangkan secara luas di dunia. Namun, mesti menjadi permintaan pasar global, tidak diketahui secara pasti siapa pihak atau institusi yang memasok. “Siapa yang pegang supply, tapi demand-nya dari seluruh dunia. Supply-nya dari mana, sehingga kita juga tidak tahu valuasinya seperti apa?” ucap dia.

Oleh karena itu, pada kesempatan tersebut Perry kembali menegaskan bahwa aset kripto bukan merupakan alat pembayaran yang sah di Indonesia. “Kami sudah melarang seluruh lembaga yang mendapatkan izin dari Bank Indonesia melayani kripto dan kami menerjunkan pengawas. Itu yang sudah kami lakukan,” tandas dia.

Menurut Perry, Bank Indonesia tengah mempersiapkan rencana penerbitan rupiah digital dan konsep desainnya diharapkan sudah bisa presentasikan pada tahun depan. “Konsep desainnya sudah ada. Ada tiga prasyarat untuk penerbitan digital currency,” ungkap Perry.

Ketiganya adalah pertama, konsep desain. Kedua, infrastruktur sistem pembayaran dan pasar uang yang sudah saling tersambung. “Ini yang sedang kami bangun. Kenapa kami membangun BI-Fast, bangun Electronic Trading Platform (ETP) Multimatching System, kenapa kami membangun CCP (Central Counterparty). Dengan itu RTGS nanti menjadi tempat mendstribusikan (rupiah digital) yang kami sebut hold sale,” papar Perry.

Yang ketiga adalah platform teknologi yang dipilih untuk operasionalisasi mata uang digital. Saat ini sudah ada beberapa pilihan dia antaranya Blockchain, Distributed Ledger Technology (DLT), dan Stablecoin. “Ini seluruh dunia lagi coba-coba. Ini yang belum sepakat, mana teknologi yang pas. Ini yang kami koordinasikan dengan tujuh bank sentral,” ucap dia.

Perry menambahan, satu hal yang juga harus dipersiapkan dengan kehadiran mata uang digital adaah soal literasi. Misalnya, harus dipahami oleh masyarakat bahwa ada kaidah dalam investasi seperti high risk high return. “Tapi insya Allah tahun depan kami bisa presentasikan konsep desainnya dan kenapa kami membangun BI-Fast dan CCP,” pungkas Perry.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN