Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar (Foto: Investor Daily/Nida Sahara)

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar (Foto: Investor Daily/Nida Sahara)

Lampaui Ekspektasi Pasar, Laba BBNI 2021 Meroket 232,2% 

Rabu, 26 Januari 2022 | 11:15 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berhasil membuat lompatan pemulihan kinerja positif pada tahun buku 2021. Laba bersih sepanjang tahun lalu tercatat Rp 10,89 triliun, tumbuh 232,2% year on year (yoy), atau tiga kali lipat dari profit tahun 2020.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyampaikan, kinerja BNI 2021 tercatat sanggat menggembirakan di mana laba bersih tersebut mampu melampaui ekspektasi pasar. Pencapaian laba bersih ini dihasilkan dari pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) yang tumbuh kuat 14,8% (yoy) sehingga mencapai Rp 31,06 triliun.

"Kami menutup tahun 2021 dengan peningkatan laba bersih tiga kali lipat dari perolehan 2020 dan kami yakin itu sudah berada di atas ekspektasi pasar. Kami pun sepenuhnya memahami bahwa ada ruang untuk peningkatan lebih baik lagi ke depan," kata Royke dalam paparan kinerja BNI 2021, Rabu (26/1).

Pencapaian ini bahkan menjadi yang tertinggi yang pernah dihasilkan BNI, lebih tinggi dari pendapatan operasional sebelum pandemi. Selain itu, upaya perbaikan kualitas kredit melalui monitoring, penanganan, dan kebijakan yang efektif membuat cost of credit membaik menjadi 3,3%.

Peningkatan pendapatan operasional bank dihasilkan dari pertumbuhan kredit yang sehat sebesar 5,3% (yoy) menjadi Rp 582,44 triliun, net interest margin (NIM) yang tangguh di level 4,7%, serta pendapatan berbasis komisi (FBI) yang pada akhir tahun 2021 tercatat tumbuh 12,8% (yoy). BNI mempercayai bahwa masih terdapat ruang untuk terus tumbuh ke depannya.

Peran pendapatan non bunga juga tergolong semakin kuat pada pencapaian 2021. FBI pada akhir tahun 2021 tumbuh 12,8% (yoy) menjadi sebesar Rp 13,64 triliun. FBI tahun 2021 didukung oleh fee consumer dan fee business banking yang masing-masing tumbuh 6,0% dan 10,7% (yoy), sehingga menandai pemulihan yang kuat dibandingkan tahun sebelumnya. 

Editor : Nida Sahara (niidassahara@gmail.com )

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN