Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Nobu

Bank Nobu

Luncurkan KUR Digital, Bank Nobu Targetkan Kredit Rp 13,5 T

Selasa, 21 Juni 2022 | 04:30 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) menargetkan dapat menyalurkan kredit baru mencapai Rp 2 triliun pada semester II-2022. Dengan begitu, Bank Nobu berharap di akhir tahun bisa membukukan realisasi kredit mencapai Rp 13,5 triliun.

Direktur Utama Bank Nobu Suhaimin Djohan menyampaikan, penyaluran kredit pada tahun ini cukup menantang namun realisasinya masih dalam jalur yang sesuai hingga semester I-2022. Perkembangan ekonomi global dengan tingkat inflasi di berbagai negara akan menjadi pertimbangan perusahaan mematok nilai penyaluran di paruh kedua tahun ini.

"Target kredit di akhir tahun diharapkan bisa mencapai Rp 13,5 triliun. Jadi perjalanan kami masih (menambah) sekitar Rp 2 triliun lagi untuk kredit baru semester II-2022. Kami akan kaji seberapa besar pengaruh ekonomi global dan apa yang akan dilakukan pemerintah kita," kata Suhaimin di Jakarta, Senin (20/6/2022).

Terbaru, Bank Nobu meresmikan kolaborasi sinergis dengan PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS), yang merupakan anak perusahaan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP). Kolaborasi ini berbuah penyediaan produk perbankan digital, termasuk dukungan permodalan bagi toko-toko kelontong yang bernaung di bawah jaringan SRC berupa fasilitas kredit usaha rakyat yang dapat diakses secara digital (KUR Digital).

Baca juga: Dorong Digital Banking, BTN Optimalkan Kinerja Kantor Layanan

Suhaimin menyampaikan, Bank Nobu memiliki misi yang jelas dalam keberpihakannya pada UMKM dan pemberdayaan keuangan digital inklusif. Perseroan menyediakan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan UMKM, salah satunya dalam hal permodalan yaitu KUR. Seiring dengan semangat digitalisasi perbankan, maka Bank Nobu mengembangkan penyaluran KUR secara digital agar lebih mudah diakses oleh pelaku UMKM di manapun berada.

"Kerja sama dengan SRCIS yang telah memiliki platform digital, tentunya membuka kesempatan yang lebih luas bagi para pemilik toko-toko kelontong di bawah naungan SRC untuk mengembangkan usahanya melalui dukungan permodalan dengan suku bunga yang sangat ringan," jelas dia.

Dia mengatakan, layanan perbankan digital inklusif dengan bunga ringan dan persyaratan yang simpel. Bahkan pinjaman dibawah Rp 100 juta bisa tanpa jaminan. "SRC ini memiliki 160 ribu mitra toko kelontong yang menjadi potensi besar untuk perusahaan dapat memberikan layanan KUR digital," imbuh Suhaimin.

Sementara itu, Direktur SRC Rima Tanago menyampaikan bahwa kerja sama dengan Bank Nobu akan menjadi milestone tersendiri bagi perkembangan jaringan SRCIS ke depannya. Penyediaan permodalan melalui KUR sangat penting bagi pengembangan bisnis toko-toko kelontong binaan SRC, karena penguatan modal merupakan langkah awal bagi mereka untuk meningkatkan daya saingnya di tengah kompetisi modern.

"Proses pengajuan yang dapat dilakukan di aplikasi AYO SRC TOKO ini menjadi nilai tambah yang sangat memudahkan para pemilik toko. Pasalnya, akses terhadap program KUR dan proses pengajuan menjadi lebih mudah," jelas dia.

Baca juga: Kemendagri: Simpanan Pemda di Bank Capai Rp 191,58 Triliun

Perluasan Inklusi

Suhaimain menjelaskan kerja sama penyaluran KUR dari Bank Nobu dengan berbagai ekosistem akan mengakselerasi sekaligus memperluas inklusi keuangan karena dapat menjangkau pelaku UMKM yang selama ini mungkin mengalami kesulitan dalam mengakses permodalan dengan tingkat bunga yang terjangkau. Bank Nobu akan terus berupaya memperluas kemitraan dengan berbagai pihak dalam penyaluran KUR khususnya yang memiliki visi yang sama dalam mendukung pelaku UMKM dan industri kreatif untuk terus tumbuh dan berkembang secara  berkelanjutan.

Suhaimin menambahkan, Seiring perkembangan digitalisasi perbankan, Bank Nobu terus melakukan langkah transformasi digital. Salah satunya adalah fokus mengembangkan konsep open banking, bagian dari program Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) Bank Indonesia (BI). Hal ini menjadi penting agar rekanan bisa terkoneksi dengan bank.

"Sekarang sudah ada puluhan partner, kita mulai dengan partner eksisting. Tentunya mulai dari QRIS, nanti sambung ke BI Fast yang mulai digulirkan. Semua partner ini nantinya bisa ikut memberikan layanan perbankan digital secara efisien, bank hanya membantu memfasilitasi," kata dia.

SNAP memungkinkan memacu perputaran uang dan fee based income untuk bank. Tapi, lanjut Suhaimin, hal terpenting adalah nasabah mau lebih dulu memakai layanan digital perbankan dengan biaya yang ringan. Misalnya pada BI Fast, perseroan komitmen untuk lebih dulu memperkenalkan layanan ini kepada nasabah dengan membebaskan biaya transfer. 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN