Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
dari kiri ke kanan: Antonius Ketut D (Direktur), Nelson Tampubolon (Presiden Komisaris), Herwidayatmo (Presiden Direktur), dan Hendrawam Danusaputra (Wakil Presiden Direktur), usai RUPST Bank Panin di Jakarta. Rabu (22/6/2022).

dari kiri ke kanan: Antonius Ketut D (Direktur), Nelson Tampubolon (Presiden Komisaris), Herwidayatmo (Presiden Direktur), dan Hendrawam Danusaputra (Wakil Presiden Direktur), usai RUPST Bank Panin di Jakarta. Rabu (22/6/2022).

Bank Panin Bagikan Dividen Tunai Rp 481,6 Miliar

Rabu, 22 Juni 2022 | 19:23 WIB
Thomas E Harefa (thomas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin) melangsungkan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Rabu (22/2/2022) untuk melaporkan kinerja tahun 2021 yang telah diaudit. RUPST menyetujui penggunaan laba bersih perseroan tahun 2021 untuk dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham sebesar paling kurang Rp 481,6 miliar setelah dikurangi saham tresuri, atau sebesar Rp 20 per saham.

Selama tahun 2021, perseroan berhasil membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) konsolidasi sebesar Rp 1,82 triliun. Sedangkan laba operasional sebelum pencadangan dan pajak mencapai Rp 7,67 triliun atau tumbuh 15% dibanding tahun 2020.

Presiden Direktur Bank Panin Herwidayatmo menjelaskan, Bank Panin terus meningkatkan pencadangan untuk mengantisipasi penurunan kualitas portfolio kredit bank dan kredit anak perusahaan, dengan membukukan biaya cadangan sebesar Rp 5,25 triliun.

Baca juga: Dukung Akselerasi Teknologi dan Kesehatan, Bank Panin Salurkan Donasi Rp 300 Miliar

Secara keseluruhan, kredit yang diberikan turun 3,9% menjadi Rp 124,84 triliun. Namun, kredit di segmen institutional banking yang terdiri atas pembiayaan kepada lembaga keuangan dan BUMN naik sebesar 18,4% dan mencapai Rp 24,9 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 21,0 triliun.

“Pertumbuhan kredit di segmen korporasi dan komersial sedikit terhambat di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi sebagai dampak dari pandemi Covid-19, dan penerapan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kualitas portofolio kredit.

Posisi likuiditas bank terjaga dengan baik yang tercermin pada peningkatan giro dan tabungan sebesar 7,2% yang kini tercatat sebesar Rp 60,5 triliun, sehingga rasio CASA (dana murah) meningkat menjadi 45,12% dari 39,4%, posisi LDR 88,05% dan NSFR mencapai 144%.

Dari sisi permodalan terus ditingkatkan dan telah mencapai Rp. 45,4 triliun dengan capital adequacy ratio (CAR) juga terjaga dengan kuat sebesar 29,86%, meningkat dibanding pada periode yang sama tahun lalu yaitu 29,58%.

Bank Panin berhasil menjaga pengelolaan kualitas aset yang sehat melalui penerapan prosedur penilaian risiko yang sangat hati-hati dan teliti serta mendorong pemulihan kredit yang direstrukturisasi menjadi normal kembali. Dengan upaya tersebut non-performing loan (NPL) dapat dipertahankan di level yang aman.

Baca juga: Kuartal I-2022, Laba Bank Panin Tumbuh 8,4%

Rasio NPL gross sedikit meningkat ke level 3,54%, sedangkan NPL net berhasil dijaga pada level 0,95%. Bank Panin melakukan upaya berkelanjutan untuk perbaikan NPL melalui restrukturisasi kredit bermasalah, mengelola kredit-kredit yang direstrukturisasi agar kembali normal dan lancar, dan pertumbuhan kredit lancar.

Sementara itu, RUPS menerima pengangkatan Theodorus Wiryawan dan Benny Luhur sebagai komisaris perseroan. Dengan demikian susunan dewan komisaris perseroan menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris:

Presiden Komisaris/Komisaris Independen: Nelson Tampubolon

Wakil Presiden Komisaris/Komisaris Independen: Lintang Nugroho

Komisaris : Chandra Rahardja Gunawan

Komisaris : Johnny

Komisaris : Gregory James Terry

Komisaris Independen : Drs H Riyanto

Komisaris Independen : Theodorus Wiryawan*)

Komisaris : Benny Luhur*)

*) Efektif setelah mendapat persetujuan dari OJK

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN