Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Manajemen menggelar paparan Kinerja Keuangan Semester I-2022 BCA Syariah bertajuk Sustainable Growth in Recovery Momentum di Kantor Pusat BCA Syariah, Kamis (4/8).

Manajemen menggelar paparan Kinerja Keuangan Semester I-2022 BCA Syariah bertajuk Sustainable Growth in Recovery Momentum di Kantor Pusat BCA Syariah, Kamis (4/8).

Laba Bertumbuh, BCA Syariah Targetkan Pembiayaan Rp 7,2 Triliun

Kamis, 4 Agustus 2022 | 15:31 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id -  PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) membukukan peningkatan laba bersih sebanyak 31,64% menjadi Rp 45,37 miliar hingga semester I-2022. Sedangkan target penyaluran pembiayaan sampai akhir tahun diprediksi mencapai Rp 7,1-7,2 triliun.

Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum menyampaikan, aktivitas perekonomian masyarakat mulai menggeliat pada semester I-2022. Hal ini yang ditangkap perusahaan sebagai momentum untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi dalam penyaluran pembiayaan.

"Alhamdulillah kinerja BCA Syariah berjalan dengan baik, sejalan dengan target yang dicanangkan untuk tahun 2022. Hal ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang terus membaik, kami turut mendapat momentum dari sana," ungkap Yuli dalam Paparan Kinerja Keuangan Semester I-2022 bertajuk "Sustainable Growth in Recovery Momentum," di Kantor Pusat BCA Syariah, Kamis (4/8).

Baca juga:Top! Dana Pihak Ketiga BCA (BBCA) Tembus Rp 1.000-an Triliun

Dia menerangkan, sampai dengan semester I-2022, pembiayaan BCA Syariah tumbuh 19,62% (yoy) menjadi Rp 7,07 triliun. Pertumbuhan dicatatkan semua segmen mulai dari pembiayaan komersial yang naik 9,78% menjadi Rp 5,07 triliun, pembiayaan konsumer melesat 109,75% menjadi Rp 292 miliar, dan pembiayaan UMKM naik 48,19% menjadi Rp 1,70 triliun.

BCA Syariah berhasil mendongkrak porsi penyaluran pembiayaan UMKM menjadi 24,16%. Namun target porsi pembiayaan konsumer sebesar 5% masih tertahan di posisi 4,13%. Sedangkan pembiayaan komersial masih menjadi mayoritas sebesar 71,71% pada semester I-2022.

Hingga akhir tahun ini, perseroan mematok pembiayaan mencapai Rp 7,1-7,2 triliun. Nilai itu tumbuh 13,6-15,3%, dibandingkan pembiayaan pada akhir tahun 2021 sebesar Rp 6,24 triliun.

"Penyaluran Rp 1,07 triliun itu sudah melampaui target sepanjang tahun ini. Jadi melihat pencairan di sisa tahun ini, secara nominal mungkin outstanding pembiayaan Rp 7,1-7,2 triliun. Besarannya tidak jauh berbeda, karena runoff cukup banyak di sisa tahun ini," ungkap Yuli.

Menurut dia, paruh kedua tahun ini masih dihadapkan pada kondisi yang tidak pasti. Sejumlah pertimbangan seperti efek kenaikan tingkat inflasi dan keberlangsungan stimulus restrukturisasi dari OJK membuat perusahaan lebih konservatif dan hati-hati dalam menyalurkan kredit. Namun demikian, sepanjang tahun ini BCA Syariah meyakini dapat menyalurkan pembiayaan baru hingga Rp 500 miliar.

Di sisi lain, Direktur BCA Syariah Pranata menyampaikan bahwa likuiditas bank terjaga dengan baik dengan struktur modal yang memadai untuk ekspansi. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di level 38,9% dan likuiditas yang memadai dengan financing to deposit ratio (FDR) di posisi 88,7%.

Selain itu di semester I-2022, perusahaan berhasil menjaga kualitas aktiva, sekaligus memastikan optimalisasi kinerja aset dan liabilitas. Rentabilitas Bank menunjukkan peningkatan sejalan dengan efisiensi operasional Bank yang semakin membaik.

Baca juga: BCA Syariah Tawarkan Solusi Pembiayaan KPR Syariah

Net imbalan (NI) BCA Syariah naik 22 basis points (bps) menjadi 4,96%. Sedangkan beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) susut dari 87,07% menjadi 85,70%. Biaya dana (cost of fund/CoF) pun turun 16,65% menjadi Rp 91,1 miliar. Alhasil, perseroan laba perseroan berhasil dibukukan tumbuh positif.

"Tercatat pada Juni 2022, BCA Syariah membukukan pertumbuhan laba sebelum pajak sebesar 31,6% dengan jumlah Rp 58,16 miliar, dan laba sesudah pajak tumbuh dengan jumlah persentase yang sama menjadi Rp 45,37 miliar,"

Hasil tersebut tidak terlepas dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 16,3% (yoy) menjadi Rp 7,97 triliun. Dengan komposisi giro dan tabungan (current account saving account/CASA) meningkat jadi 38,4%. Dikerek pos tabungan yang naik 32,6% (yoy) dan giro 16% pada semester I-2022.

"CASA akhir tahun, berdasarkan RBB target itu 35%. Sekarang sudah lewat tapi kita siap untuk menaikkan karena peluang masih ada. Literasi, peluang, dan upaya sangat terkait untuk mencapai target baru," jelas Pranata.

Di sisi lain, rasio pembiayaan bermasalah (NPF) gross terpantau naik menjadi 1,38% tapi NPF net tercatat susut menjadi 0,006%. Sementara nilai restrukturisasi pembiayaan mengalami tren penurunan dari Juni 2021 dengan porsi 20,39% menjadi tersisa 14,37% atau senilai Rp 1,02 triliun per Juni 2022.

Sementara itu, Direktur BCA Digital Rickyadi Widjaja menuturkan, perseroan terus meningkatkan cadangan untuk mengantisipasi pemburukan kualitas pembiayaan, khususnya pada segmen nasabah korporasi. Dalam hal ini, perseroan berupaya untuk tetap menjaga NPF gross dibawah 2%.

"BCA Syariah berjaga-jaga, melihat nasabah-nasabah yang sedang restrukturisasi, situasi masih belum pasti ke depan. BCA Syariah berusaha mencari aman dengan meningkatkan cadangan. Pencadangan terhadap financing at risk (FaR) sudah 38%, lumayan sudah tinggi," kata dia.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN