Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

BNI Bidik Transaksi Keuangan Elektronik

Rabu, 28 Maret 2012 | 16:05 WIB
Antara (redaksi@investor.id)

JAKARTA- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) membidik layanan jasa keuangan berbasis elektronik dengan menggandeng PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) Tbk.

"Suatu saat cabang BNI adalah telepon selular nasabah sedangkan cabang bank hanya diperlukan untuk akad kredit dan menyimpan dokumen, kami sudah memulai penyaluran kredit pemilikan rumah dengan sistem elektronik," kata Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo di Jakarta, Rabu.

Gatot mengatakan hal tersebut dalam penandatangan kerja sama BNI dan Telkomsel untuk produk T-Cash yaitu layanan dari Telkomsel yang memungkinkan pelanggan melakukan transaksi pembelian barang, pembayaran tagihan dan pengiriman uang menggunakan ponsel.

Dari kerja sama tersebut, pelanggan T-Cash dapat melakukan isi saldo di ATM BNI hingga saldo sebesar Rp5 juta dan setiap transaksi saldo T-Cash dikenakan tarif Rp5.000, sesuai tarif transfer antarbank.

"Kami sudah menghitung bahwa transaksi di cabang perlu biaya Rp2.700, di ATM Rp350 sementara bila menggunakan e-banking hanya membutuhkan Rp250, sehingga lebih efisien, hanya memang perlu aturan yang jelas untuk hal ini," ungkap Gatot.

Kerja sama dalam sistem T-Cash ini, Gatot mengharapkan keuntungan adanya floating fund sehingga mendorong dana murah BNI.

"Kontribusi e-money BNI untuk fee based income memang belum besar tapi dengan adanya floating fund yaitu dana dari rekening bank lain ditampung sementara di giro BNI dan kemudian dibayarkan kembali dapat meningkatkan dana murah kami," jelas Gatot.

Ia menargetkan akan ada 300 ribu transaksi yang dilakukan melalui T-Cash dari total pengguna e-channel BNI yang sebesar 1,6 juta, sedangkan transaksi sms banking BNI sejumlah 50 juta per tahun dan internet banking masih sebesar 3 juta per tahun.

"Pada masa depan akan terbangun cashless society yaitu transaksi keuangan di dunia maya yang menjadi domain industri telekomunikasi tapi masih memerlukan pencatatan transaksi sebagai jasa perbankan," papar Gatot.

Karena itu, industri perbankan dan telekomunikasi menurut Gatot harus bersama-sama dan bukan bersaing, sebelum saling bersaing lebih baik berkolaborasi lebih dulu.

Remittance TKI

Sementara Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa pendapatan industri telekomunikasi akan lebih banyak bersumber dari kemitraan dan bukan dari pelanggan.

"Broadband based service yang menjadi keahlian kami dapat menjadi jawaban untuk mengefisiensikan biaya perbankan karena memberikan jalur  machine to machine dalam bertransaksi," kata Sarwoto.

Sarwoto berharap sistem T-Cash tersebut juga dapat berkembang untuk mengirimkan uang ke luar negeri (remittance), khususnya untuk melayani Tenaga Kerja Indonesia. "Contohnya di Hong Kong, di sana sangat banyak TKI yang ingin mengirim uang ke Indonesia, hanya masalahnya adalah banyak titik penyebaran pengiriman uang tersebut, sehingga butuh perbankan yang juga memiliki jaringan yang luas," ungkap Sarwoto. (gor/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN