Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Bank Mandiri Turunkan Suku Bunga Deposito

Rabu, 3 September 2014 | 15:15 WIB
Alex Dungkal dan Emral Ferdiansyah

JAKARTA-Bank Mandiri menurunkan suku bunga simpanan dalam bentuk deposito sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,00 persen pada September 2014 dari sebelumnya 6,25 persen pada Agustus 2014.

Direktur Utama Bank Mandiri, Budi G Sadikin mengatakan Bank Mandiri menurunkan suku bunga deposito karena telah mencapai kondisi likuiditas yang lebih baik untuk mendukung pertumbuhan kredit dan aset produktif lainnya sesuai target yang telah dicanangkan dalam anggaran 2014.

"Kami akan memiliki beban bunga yang cukup besar jika mempertahankan suku bunga tetap tinggi. Selain itu, suku bunga tinggi juga akan membuat persaingan dana perbankan semakin ketat," ujar Budi di Jakarta, Rabu.

Budi juga menilai kondisi likuiditas di pasar uang rupiah saat ini semakin longgar bila dibandingkan dengan periode menjelang Lebaran 2014.

"Perebutan likuiditas antarbank pada periode menjelang Lebaran 2014 sangat terasa sebab masing-masing bank berupaya menyediakan likuiditas yang cukup bagi para nasabahnya," ujar Budi.

Sementara itu, lanjut Budi, suku bunga dana rupiah yang diperkirakan akan stabil pada masa mendatang menjadi pertimbangan Bank Mandiri untuk menyesuaikan tingkat suku bunga dana yang berlaku saat ini.

Hingga Juni 2014, penghimpunan dana pihak ketiga (rupiah dan valas) dari deposito Bank Mandiri berkontribusi sekitar 36,11 persen dari total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun senilai Rp501,34 triliun.

Menurut Budi, penurunan suku bunga ini juga diharapkan dapat mendorong penurunan bunga kredit sehingga perbankan dapat menurunkan risiko kredit, memperkuat fungsi intermediasi guna mendukung pembangunan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.(*/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN