Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Intan Baruprana Dapat Fasilitas Murabaha US$ 10 Juta dari IDB

Senin, 10 November 2014 | 16:37 WIB
Alex Dungkal dan Emral Ferdiansyah


JAKARTA - Perusahaan pembiayaan alat berat, PT Intan Baruprana Finance (IBF) mendapat fasilitas murabaha senilai US$ 10 juta dari anak usaha Islam Developoment Bank (IDB), Islamic Corporation for Development of the Private Sector (IDC) bertenor 4 tahun.

Presiden Direktur IBF Jap Hartono mengatakan ini kali pertamanya perusahaan mendapatkan sumber pendanaan dari luar negeri  ahun 2014. Sebelumnya perusahaan mendapat fasilitas kredit dari perusahaan asal Singapura, Philip Capital.

"Ini akan meningkatkan daya saing perusahaan dalam menyediakan permodalan bagi klien terutama dalam denominasi dolar Amerika Serikat (AS)," katanya usai jumpa pers di Jakarta, Senin (10/11).

Terkait mekanisme bagi hasil, perusahaan belum mau memberikan angka detilnya. Namun sebagai gambaran, anak usaha PT Intraco Penta Tbk (INTA) ini biasanya memberikan bunga 15 persen sampai 19 persen untuk pembiayaan berdenominasi rupiah, dan 9,5 persen hingga 11 persen untuk pembiayaan berdenominasi dolar AS.

"Tergantung risiko nasabah, kami lihat setelah analyst assasement, tapi untuk bagi hasil pinjaman IDC ini akan lebih kompetitif," tambah Jap.

Hingga September 2014, outstanding pembiayaan baru (new landing) perusahaan mencapai Rp 900 miliar dimana 40 persennya berdemoniasi dolar AS. Dengan fasilitas terbaru ini, akan menambah pembiayaan berbasis dolar hingga 45 persen.

Sumber pendanaan pembiayaan baru berasal dari pinjaman jangka menengah (MTN) sebesar 18,75 persen. Sisanya fasilitas kredit perbankan dimana 56 persennya berasal dari pembiayaan syariah.

Perusahaan masih akan mencari sumber pendanaan melalui fasilitas kredit, MTN maupun penerbitan obligasi untuk mencapai target pembiayaan baru hingga akhir tahun sebesar Rp 1,15 triliun. Sementara tahun depan, pembiayaan ditargetkan  Rp 1,3 -Rp 1,5 triliun.

"Kami lagi usaha menerbitkan obligasi, kalau perusahaan berhasil meningkatkan grade ke A dari BBB saat ini, akan sangat membantu," tambahnya. (BS/yosi winosa/wbp)

Editor :

BAGIKAN