Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Indra Baruprana Raih Pinjaman dari ICD US$ 10 Juta

Selasa, 11 November 2014 | 11:03 WIB
Oleh Gita Rossiana

JAKARTA – PT Intan Baruprana FinancecTbk (IBF) memperoleh pinjaman dari Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD) senilai US$ 10 juta,vdengan skema murabahah dan tenor selamavempat tahun. ICD merupakan bagian darivIslamic Development Bank (IDB).


Direktur IBF Samuel Kendra menjelaskan, pendanaan dengan skema syariah memang mendominasi total pendanaan perseroan. Pada Juni 2014, kontribusi pendanaan berskema syariah ke IBF mencapai 56%, sisanya adalah pendanaan konvensional.


Apabila dibandingkan dengan sumber pendanaan lain, pendanaan yang diperoleh IBF dari perbankan mendominasi sekitar 81,25%. “Sisanya berasal dari medium term notes (MTN),” ujar Samuel dalam acara penandatanganan kerja sama IBF dengan ICD di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Senin (10/11).


Dengan mendapatkan pendanaan berskema syariah tersebut, perseroan bisa memberikan pricing yang lebih kompetitif kepada nasabah. Saat ini, suku bunga yang diberikan IBF kepada konsumen mencapai 15-19% untuk pinjaman rupiah.


Sementara untuk pinjaman valuta asing (valas) sekitar 9,5-11%. “Untuk pinjaman valas, kami tidak melakukan hedging. Sebab, pinjaman yang kami terima dalam bentuk valas, kami salurkan pula untuk pembiayaan berdenominasi valas,” jelas dia.


Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di https://subscribe.investor.id

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN