Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
bank Bukopin. Foto: beritasatu.com

bank Bukopin. Foto: beritasatu.com

Agustus, Bukopin Terbitkan KIK EBA Rp 1,5 Triliun

Nida Sahara, Kamis, 11 Juli 2019 | 08:34 WIB

JAKARTA.investor.id – PT Bank Bukopin Tbk dalam rencana bisnis bank (RBB) tahun ini akan menggalang dana (fund raising) sekitar Rp 4 triliun yang dilakukan dengan berbagai instrumen. Sementara itu, perseroan akan menerbitkan kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK EBA) dari kredit personal sekitar Rp 1-1,5 triliun pada 1-2 bulan mendatang atau sekitar Agustus-September 2019.

Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo mengatakan, perseroan sudah dalam tahap finalisasi proses penerbitan KIK EBA. Bank Bukopin juga telah mendapat rating AAA (triple A).

"EBA jadi, on pipeline itu Rp 1-1,5 triliun, rating instrumen triple A, sekarang lagi finalisasi, tinggal offering pricing dari kami saja nanti berapa. Kira-kira 1-2 bulan ke depan sudah, karena rating sudah selesai," jelas Eko di sela acara HUT ke-49 Bank Bukopin, di Gedung Bank Bukopin, Jakarta, Rabu (10/7).

Selain menerbitkan KIK EBA dari kredit personal, perseroan juga masih dalam proses menerbitkan EBA dengan kredit pemilikan rumah (KPR) yang bekerja sama dengan PT Sarana Multigriya Financial (Persero) atau SMF.

"EBA yang SMF ini lagi proses mau rating. Jadi ada EBA yang dasarnya kredit personal yang kami sudah siap ini, dan yang dengan SMF nanti dasarnya KPR. Total EBA kami targetnya Rp 2 triliun terdiri atas EBA kredit personal dan EBA yang dengan KPR," terang Eko.

Kemudian, perseroan berencana menerbitkan saham baru (rights issue) sebesar 30% dari saham yang ada dengan target dana senilai Rp 2 triliun. Rencana tersebut masih dalam tahap audit dan diperkirakan dilaksanakan pada semester II-2019 atau semester I-2020.

"Hasil rights issue nanti untuk ekspansi kredit ritel, ada juga rencana migrasi core banking dan penguatan permodalan ke BSB (Bank Syariah Bukopin) dan Bukopin Finance juga," kata Eko.

Dia mengungkapkan, karena masih dalam tahap audit, jadi belum dapat menentukan underwriter dari rencana rights issue tersebut. Setelah melakukan rights issue, nantinya diharapkan posisi CAR dapat berada di atas 15-16%, saat ini posisi CAR di 13,5%.

Eko juga menjelaskan, sebelumnya memang Bank Bukopin berencana menerbitkan obligasi subordinasi sebesar Rp 3 triliun tahun ini. Namun hal tersebut tidak terlaksana, karena perseroan memilih menggantinya dengan melakukan rights issue.

"Yang subdebt itu kami ganti dengan rights issue. Karena dari sisi ekuitas lebih bagus, kalau subdebt kurang. Kalau kami terbitkan subdebt dengan kondisi saat ini secara profitabilitas perusahaan kurang bagus, untuk long term-nya kurang bagus," ungkap dia.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN