Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Mandiri. Foto: SP/RUTH SEMIONO

Bank Mandiri. Foto: SP/RUTH SEMIONO

Bank Mandiri Proyeksi Bunga Acuan BI Tetap 3,75% Hingga 2021

Kamis, 19 November 2020 | 21:51 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Faisal Rachman memproyeksi, Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate (BI-7DRRR) tetap di level 3,75% hingga tahun 2021. Suku bunga kebijakan yang relatif rendah masih diperlukan untuk membantu pemulihan ekonomi.

Seiring meredanya tekanan global, BI memutuskan untuk menurunkan suku bunga kebijakan setelah menahannya selama tiga bulan berturut-turut. Rapat Dewan Gubernur BI pada 18-19 November 2020 memutuskan untuk memangkas bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75%.

"Pandangan kami, BI 7DRRR diperkirakan akan tetap flat pada tahun 2021, untuk terus memperkuat sinergi antara ekspansi kebijakan moneter dan fiskal sangat penting untuk mendorong dan mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia pascaCovid-19," ucap Faisal, Kamis (19/11).

Kondisi eksternal baru-baru ini telah membuka pintu yang lebih lebar bagi BI untuk mempertahankan tingkat bunga yang rendah karena The Fed telah memberi sinyal untuk menurunkan suku bunga kebijakan mendekati nol setidaknya hingga 2023 dan melanjutkan program quantitative easing-nya, menghasilkan flush likuiditas global. 

Kemenangan Joe Biden dalam pemilu AS 2020 juga telah mendorong selera investor terhadap aset risiko, memicu aliran masuk modal asing besar-besaran ke emerging market, termasuk Indonesia. Sehingga menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam beberapa hari terakhir.

Faktor domestik masih mendukung BI untuk menjaga kebijakan moneter tetap longgar di tengah rendahnya inflasi dan stabilitas eksternal yang membaik. Inflasi terus-menerus berada di bawah kisaran sasaran BI tahun 2020 sebesar 2-4% karena pandemi telah sangat merusak permintaan domestik.

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN