Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BCA Syariah. Foto: bcasyariah.co.id

Bank BCA Syariah. Foto: bcasyariah.co.id

BCA Buka Opsi Merger Bank Royal dengan BCA Syariiah

Nida Sahara, Kamis, 13 Juni 2019 | 13:07 WIB

JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membuka peluang penggabungan (merger) anak usaha syariah PT Bank BCA Syariah dengan PT Bank Royal Indonesia yang baru diakuisi. Sementara itu, pada 20 Juni mendatang, BCA akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan mengenai akuisisi terhadap Bank Royal pada April lalu.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pihaknya belum menyebutkan secara pasti apakah Bank Royal akan dijadikan bank fokus atau digabungkan (merger) dengan anak usahanya. Untuk itu, yang akan dilakukan lebih dulu oleh perseroan adalah melakukan RUPSLB.

“Pertama kami selesaikan RUPSLB dulu, kemudian kalau lihat ke depan (Bank Royal) apa mau dijadikan bank fokus atau bank apa ke depan belum ditentukan. Fokusnya belum pasti, tapi kemungkinan bisa nambah (merger) ke bank syariah ke depannya,” terang Jahja di Jakarta, Rabu (12/6).

Jahja Setiaatmadja. Foto: DEFRIZAL
Jahja Setiaatmadja. Foto: DEFRIZAL

 

Sampai dengan kuartal I 2019 total aset BCA Syariah sebesar Rp 6,96 triliun dan total aset Bank Royal per Maret 2019 sebesar Rp 911,85 miliar. Artinya, jika digabungkan total aset kedua bank tersebut sekitar Rp 7,87 triliun.

Sementara itu, modal inti Bank Royal sebesar Rp 330,80 miliar per Maret 2019, sedangkan modal inti BCA Syariah sebesar Rp 1,26 triliun. Jika digabungkan, modal inti kedua bank tersebut menjadi Rp 1,59 triliun, masuk dalam kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) II dengan modal inti antara Rp 1-5 triliun. Lebih lanjut,

Jahja menegaskan, pihaknya belum bisa menggambarkan setelah Bank Royal digabungkan dengan BCA Syariah akan menjadi sebesar apa. Pasalnya, BCA Syariah saat ini masih masuk dalam kategori BUKU II. “Belum tahu, sementara (BCA Syariah) masih BUKU II, room BUKU II cukup untuk pengembangan,” kata Jahja.

Namun, Jahja mengatakan penggabungan tersebut tidak dilakukan pada tahun ini, dengan harapan dapat terealisasi pada tahun depan. Itu karena BCA harus menstabilkan dulu Bank Royal sehingga harus profitable, baru bisa dimerger dengan BCA Syariah, jika tidak, Jahja mengatakan, dapat merugikan BCA Syariah.

“Bank Royal sudah profit, tapi kami beli (Bank Royal) dengan harga premium. Kalau dimerger, nanti syariahnya jadi rugi. Jadi, har us di-cover dulu, diusahakan tahun depan,” ungkap Jahja.

Baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id/

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN