Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juda Agung. Foto: IST

Juda Agung. Foto: IST

BI: Bunga Kredit Masih Tinggi, Tidak Kondusif bagi Perekonomian

Senin, 22 Februari 2021 | 20:11 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut perbedaan suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) dengan suku bunga kredit cukup lebar, sehingga tidak kondusif bagi perekonomian. Pasalnya, BI sejak Juni 2019 telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 225 basis poin (bps) hingga ke level terendah menjadi 3,5%, namun tidak diikuti percepatan penurunan bunga kredit di perbankan.

"Sejak Juni 2019 suku bunga deposito hampir sama penurunannya, jadi sangat responsif. Tapi, suku bunga kredit masih sangat rigid, tentu saja ini tidak kondusif bagi perekonomian," jelas Asisten Gubernur Departemen Kebijakan Makroprudensial Juda Agung dalam Taklimat Media secara virtual, Senin (22/2).

Adapun spread antara suku bunga acuan BI dengan suku bunga kredit perbankan mengalami pelebaran. Hal tersebut membuat perbankan mendapatkan keuntungan yang lebih besar di saat seperti ini. "Spread BI7DRRR ke bunga kredit itu mengalami pelebaran 10,11%. Bank-bank berupaya mendapat spread tinggi di situasi sekarang, ini tidak kondusif bagi perekonomian. Ini salah satu faktor orang masih ragu-ragu meminta kredit dari perbankan karena bunga masih tinggi," urai Juda.

Pihaknya juga mencatat suku bunga kredit tertinggi justru berada pada kelompok bank pelat merah (Himpunan Bank Milik Negara/Himbara). "Ini perlu sinergi dengan pemerintah sebagai owner bank BUMN, tentu saja kita selalu diskusikan di KSSK mengenai perilaku masing-masing bank, kelompok bank," tutur Juda.

 

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN