Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Difi A. Johansyah bersama jajarannya saat menggelar jumpa pers tentang persiapan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Indonesia 2019 pada 6-9 November 2019 di Grand City Convention Hall & Exhibition Center Surabaya, Kamis (31/10/2019). Foto:Amrozi Amenan

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Difi A. Johansyah bersama jajarannya saat menggelar jumpa pers tentang persiapan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Indonesia 2019 pada 6-9 November 2019 di Grand City Convention Hall & Exhibition Center Surabaya, Kamis (31/10/2019). Foto:Amrozi Amenan

BI Jatim Beri Kejutan di Fesyar Indonesia 2019

Amrozi Amenan, Jumat, 1 November 2019 | 22:51 WIB

SURABAYA, investor.id - Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Indonesia 2019 kembali digelar di Surabaya. Kegiatan tahunan berskala nasional yang diprakarsai oleh Bank Indonesia (BI) telah memasuki tahun keenamnya.

Mengambil tema "Sinergi Membangun Ekonomi Syariah Indonesia ", kegiatan Fesyar Indonesia 201 9 akan berlangsung pada 6-9 November 2019 di Grand City Convention Hall & Exhibition Center Surabaya.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Difi A. Johansyah menuturkan, gelaran Fesyar Indonesia 2019 terdiri dari Sharia Forum dan Sharia Fair. Sharia Forum merupakan rangkaian kegiatan seminar, workshop dan diskusi ekonomi syariah tingkat nasional, sedangkan Sharia Fair menghadirkan showcase produk ekonomi dan keuangan syariah yang mencakup halal services, moslem fashion, halal food, halal travel, integrated farming, serta talkshow dengan tokoh-tokoh inspiratif di bidang ekonomi dan keuangan syariah.

Tak hanya itu, Sharia Fair juga mengangkat potret keberhasilan pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi. Fesyar Indonesia yang diselenggarakan di Surabaya ini merupakan puncak dari penyelenggaraan Fesyar yang telah diselenggarakan sebelumnya di wilayah Sumatera (Palembang), KTI (Banjarmasin).

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Difi A. Johansyah bersama jajarannya saat menggelar jumpa pers tentang persiapan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Indonesia 2019 pada 6-9 November 2019 di Grand City Convention Hall & Exhibition Center Surabaya, Kamis (31/10/2019). Foto:Amrozi Amenan
Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Difi A. Johansyah bersama jajarannya saat menggelar jumpa pers tentang persiapan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Indonesia 2019 pada 6-9 November 2019 di Grand City Convention Hall & Exhibition Center Surabaya, Kamis (31/10/2019). Foto:Amrozi Amenan

"Fesyar Indonesia 2019 menekankan ekonomi syariah yang lebih konkrit dengan menghadirkan business matching antara industri keuangan dan pengusaha, selain terus menjadi ajang edukasi ekonomi syariah di Jawa Timur," tutur Difi A. Johansyah, Kamis (31/10/201 9) malam.

Lebih lanjut Difi menjelaskan, terkait dengan tema dan tujuan kegiatan Fesyar Indonesia 2019, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jatim bekerjasama dengan instansi untuk memprakarsai sejumlah inisiatif terkait model bisnis pesantren, model bisnis ZISWAF, sertifikasi halal dan menembus pasar global bagi UMKM.

Ada empat hal yang baru dalam penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah 2019. Pertama, mengintensifkan pemasangan QRIS di rumah ibadah sebagai upaya Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur dalam mendukung kebijakan BI di bidang Sistem Pembayaran.

Kedua, sinergi BI dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong program One Pesantren One Product (OPOP), dimana BI telah memiliki studi komoditi unggulan, misalnya Kabupaten Tuban dan Banyuwangi. Dari sana bisa dipilih, produk mana yang ingin dikembangkan. Selain itu, BI juga akan memberikan bimbingan teknis dan pendampingan.

"Berapa Pondok Pesantren yang sudah memiliki produk unggulan kita support. Misal Sidogiri punya keunggulan Air mineral dengan merek Santri,. Pondok pesantren di Lamongan punya keunggulan komoditas. Mereka-mereka ini nantinya yang akan kita dipertemukan sehingga saling kenal dan memacu perkembangan bisnisnya," tambahnya.

Lalu, ketiga adalah showcase museum Artha Suaka dengan koleksi numismatik yang menggambarkan masuknya islam di nusantara khususnya di Pulau Jawa. "Dengan membawa museum uang Artha Suaka ke Fesyar 2019, masyarakat akhirnya bisa mempelajari uang pada waktu masuknya Islam ke tanah Jawa," tandas Difi.

Dan keempat, adalah dukungan BI kepada industri kreatif dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk memamerkan berbagai produk mereka yang selama ini telah sukses dijual secara online. Menurut Difi, peminat booth Fesyar terus meningkat dari tahun ke tahun dan tentunya pada tahun ini peserta booth akan lebih banyak diisi oleh merchant atau pengusaha online yang telah diseleksi terlebih dahulu.

Tidak kalah menarik, pada perhelatan Fesyar Indonesia 2019 juga akan menjadi ajang pertemanan banyak lembaga dan pengusaha dalam konsep business matching. Business matching ini ada beberapa klasifikasi, as a business matching antara bank dengan nasabah, UMKM dengan UMKM, UMKM dengan masyarakat, pondok pesantren dengan pondok pesantren dan pondok pesantren dengan masyarakat. Adapun target transaksi pada Fesyar Indonesia 2019 di Surabaya kali ini sekitar Rp 2,86 triliun.

"Kami mengundang masyarakat Jawa Timur untuk turut serta meramaikan kegiatan Fesyar Indonesia 201 9. Kami juga membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin mendaftar untuk dapat mengetahui cara mendapatkan sertifikasi halal UMKM dan menembus pasar global, inovasi keuangan syariah ataupun konsultasi bisnis atau UMKM untuk datang ke Fesyar Indonesia 201 9 pada tanggal 6-9 November 201 9 di Grand City Surabaya,” kata Difi.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA