Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan menyusun uang kertas di  salah satu kantor cabang Bank BTN.

Karyawan menyusun uang kertas di salah satu kantor cabang Bank BTN.

BI: Kredit Kuartal IV-2020 bakal Tumbuh Lebih Tinggi

Jumat, 16 Oktober 2020 | 14:17 WIB
Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id- Penyaluran kredit baru pada kuartal IV-2020 secara kuartalan (quarter to quarter/qtq) diperkirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya, meski tidak setinggi periode yang sama tahun silam.

Berdasarkan hasil Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) yang dipublikasikan Jumat (16/10), perkiraan kredit baru yang tumbuh lebih tinggi  tercermin pada Saldo Bersih Tertimbang (SBT) perkiraan permintaan kredit baru pada kuartal IV-2020 yang mencapai 57,6%.

"Angka itu lebih tinggi dibandingkan 50,6% pada kuartal sebelumnya, namun lebih rendah dibandingkan 70,6% pada periode sama 2019," kata Kepala Departemen Komunikasi/Direktur Eksekutif BI Onny Widjanarko.

Menurut Onny, perkiraan pertumbuhan tersebut mengindikasikan tren perbaikan kinerja pembiayaan masih berlanjut pada kuartal IV-2020, meskipun relatif terbatas dibandingkan periode sama tahun lalu.

Prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru kuartal IV-2020, kata Onny Widjanarko, adalah kredit modal kerja, diikuti kredit investasi, dan kredit konsumsi. "Pada jenis kredit konsumsi, penyaluran kredit kepemilikan rumah/apartemen masih menjadi prioritas utama, diikuti penyaluran kredit multiguna dan kredit kendaraan bermotor," papar dia.

Kuarta lIII Membaik

Survei Perbankan BI juga mengindikasikan pertumbuhan kuartalan kredit baru pada kuartal III-2020 membaik dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan itu tercermin pada SBT permintaan kredit baru yang mencapai 50,6%.

"Angka itu lebih baik dibandingkan minus 33,9% pada kuartal sebelumnya, meski lebih rendah dibandingkan 68,3% pada kuartal III-2019," tutur Onny Widjanarko.

Onny menjelaskan, peningkatan pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh jenis kredit. Peningkatan paling besar terjadi pada jenis kredit modal kerja yang terindikasi dari SBT yang lebih baik pada kuartal III-2020 menjadi 68,1% dibanding minus 19,5% pada kuartal sebelumnya.

Onny mengungkapkan, pertumbuhan kredit investasi dan kredit konsumsi juga terindikasi mengalami perbaikan. Hal itu ditunjukkan oleh SBT yang membaik masing-masing dari minus 75,1% dan minus 68,6% menjadi 28,6% dan 42,7%.

Membaiknya penyaluran kredit konsumsi, kata Onny Widjanarko, terutama terjadi untuk jenis kredit pemilikan rumah/kredit pemilikan apartemen (KPR/KPA) dan kredit tanpa agunan.

"Secara sektoral, meningkatnya SBT pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh sektor. SBT paling tinggi terjadi pada sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan, serta sektor listrik, gas, dan air," papar dia.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN