Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

BI: Pengawasan Konglomerasi Keuangan Jaga Sistem Keuangan

Jumat, 26 September 2014 | 16:41 WIB
Alex Dungkal dan Emral Ferdiansyah

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai upaya pengawasan konglomerasi keuangan yang akan dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai 2015, memang ditujukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan di Tanah Air.

"Integrasi konglomerasi yang kita pantau kan untuk SSK (stabilitas sistem keuangan), kita akan pantau karena kalau konglomerasi kurang stabil karena suatu hal itu bisa mengganggu stabilitas," kata Direktur eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara saat ditemui di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Jumat.

Tirta menuturkan, industri keuangan terdiri dari berbagai macam lembaga jasa keuangan (LJK) seperti perbankan, asuransi, pembiayaan, dana pensiun, dan lainnya. Dalam konglomerasi, apabila salah satu LJK tersebut terganggu, dikhawatirkan akan berdampak pada LJK lainnya.

"Misal, industri kan bermacam-macam,tidak hanya bank. Bisa dimungkinkan karena hubungan keuangannya kan sangat erat, mungkin bukan hanya hubungan keuangan yang erat, mungkin juga hubungan produksi atau bisnisnya erat. kalau ada gangguan di satu sektor bisnisnya dikhawatirkan bisa ganggu sektor lain makanya pengawasannya konglomerasi terintegrasi," ujar Tirta.

Ia menambahkan, konglomerasi dengan bisnis yang beragam tersebut juga bisa saja memiliki utang pada salah satu LJK. Oleh karena itu, juga ada kebijakan sektoral yang dibuat untuk mengantisipasinya seperti di perbankan, ada kebijakan loan to value (LTV) untuk properti dan otomotif misalnya.

"Kita mengawasi (konglomerasi) dari dulu, kan sekarang sebagian ke OJK, tapi sebagian kita masih awasi juga. Dari 2005 kita udah mulai awasi," ujar Tirta.

OJK sendiri akan mulai mengawasi konglomerasi keuangan pada Juni 2015 untuk konglomerasi keuangan dengan entitas utama Bank Umum berdasarkan kegiatan usaha.

OJK telah menyusun kerangka Pengawasan Terintegrasi Berdasarkan Risiko terhadap konglomerasi keuangan. Selain itu, OJK juga akan menerbitkan beberapa peraturan terkait, yaitu manajemen risiko, tata kelola dan permodalan untuk konglomerasi keuangan.

OJK mengindentifikasi 31 konglomerasi keuangan yang bersifat lintas sektor, yang didominasi oleh perbankan dan menguasai 70% total aset sektor keuangan di Indonesia.

Dari 31 konglomerasi keuangan, terdapat 10 konglomerasi keuangan berbentuk vertical group, 13 berbentuk horizontal group dan 8 berbentuk mixed group. (ant/gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN