Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

BI Rate Tetap Belum Mampu Tahan Hot Money

Jumat, 19 Juni 2015 | 10:57 WIB
Oleh Margye J Waisapy dan Agustiyanti

Ekonom dari Universitas Gadjah Mada (UGM) A Tony Prasetiantono mengatakan, kebijakan BI untuk mempertahankan BI Rate di posisi 7,5% sudah tepat demi menjaga kurs rupiah dan tetap memberi kelonggaran bagi ekspansi kredit perbankan.


“Ini sudah tepat. Jika diturunkan, akan membahayakan kurs rupiah. Tapi jika dinaikkan, akan menyulitkan ekspansi kredit perbankan, jadi memang solusinya harus ditahan,” ungkap dia.


Namun demikian, Tony menilai kebijakan BI tersebut belum akan mampu menahan dana asing di portofolio atau hot money agar tidak keluar dari pasar modal Indonesia. Untuk menahan hot money, lanjut dia, suku bunga justru harus dinaikkan. Namun masalahnnya, kenaikan suku bunga akan memunculkan dampak negatif yang mengintai.


“Memang serba repot, kalau suku bunga naik maka akan dampak negatif lain yang mengintai. Solusi untuk menahan hot money bukan dengan kebijakan moneter,” kata dia.


Untuk itu, kata Tony, pemerintah harus menempuh kebijakan nonmoneter berupa kebijakan fiskal yang ekspansif, di sisi lain belanja pemerintah (APBN) harus digenjot lebih cepat. “Hanya dengan cara ini yang bisa memberikan sentimen positif agar hot money bisa bertahan di pasar modal Indonesia,” jelas dia.


Menurut data yang diperoleh Investor Daily, secara year to date (ytd) kepemilikan investor asing di portofolio saham sebesar Rp 1.929 triliun atau 59,05% dari total portofolio saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).


Sedangkan kepemilikan asing di portofolio surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 517,87 triliun atau 38,77% dari total portofolio SBN. Sementara itu, net inflow dana asing di SBN (ytd) sudah mencapai Rp 56,52 triliun dan net buy asing di portofolio saham mencapai Rp 3,58 triliun (ytd).


Baca selanjutnya di

http://id.beritasatu.com/home/pemerintah-harus-percepat-belanja-infrastruktur/119660

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN