Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

BI: Sistem Keuangan Solid

Jumat, 19 Juni 2015 | 10:49 WIB
Oleh Margye J Waisapy dan Agustiyanti

Direktur Eksekutif Bank Indonesia Tirta Segara menjelaskan, stabilitas sistem keuangan saat ini tetap solid ditopang oleh ketahanan sistem perbankan dan relatif terjaganya kinerja pasar keuangan. Ketahanan industri perbankan, menurut dia, tetap kuat dengan risiko kredit, likuiditas dan pasar yang cukupterjaga, serta dukungan modal yang kuat.


Per April 2015, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan masih tinggi, sebesar 20,5%, jauh di atas ketentuan minimum 8%. Sedangkan dari sisi fungsi intermediasi, pertumbuhan kredit tercatat 10,4% (yoy), menurun dari bulan sebelumnya sebesar 11,3%.


Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada April 2015 tercatat sebesar 14,2% (yoy), menurun dari bulan sebelumnya sebesar 16,0% (yoy).


Tirta juga memperkirakan, sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan upaya BI untuk melonggarkan kebijakan makroprudensial, pertumbuhan kredit diperkirakan akan meningkat pada semester kedua tahun ini.


Saat ini, menurut Tirta, pihaknya telah merampungkan beleid revisi dari aturan loan to value (LTV) dan mengirimkannya ke Kementerian Hukum dan Ham untuk disahkan menjadi lembaran negara. “Mudah-mudahan minggu depan keluar ketentuannya. Proses ini biasanya cepat. Seperti yang sudah dijelaskan hanya ketentuannya,” terang dia.


Sementara itu, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiatmadja menilai pelonggaran loan to value (LTV) akan cukup membantu untuk mendorong kredit perumahan rakyat (KPR). Dengan meningkatnya KPR diharapkan sektor-sektor ekonomi lain yang berkaitan dengan perumahan juga akan ikut terdorong.


BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada semester II-2015 akan membaik, didukung oleh meningkatnya konsumsi dan investasi pemerintah sejalan dengan semakin meningkatnya implementasi proyek-proyek infrastruktur dan meningkatnya penyaluran kredit perbankan.


“Secara keselur uhan tahun, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada pada kisaran 5,0-5,4% pada 2015. Konsistensi untuk mendorong percepatan realisasi belanja pemerintah, termasuk untuk implementasi proyek-proyek infrastruktur, serta perbaikan iklim investasi akan memiliki peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di 2015,” jelas Tirta.


Adapun defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2015 diperkirkan berada di sekitar 2,5% dari PDB, lebih baik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,9% dari PDB. (fik/tl/jn)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN