Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

BNI Life Beli Obligasi BUMN Infrastruktur

Selasa, 24 Januari 2017 | 13:42 WIB
Investor Daily

Sebelumnya, Wakil Direktur Utama PT BNI Life Insurance (BNI Life) Geger N Maulana mengatakan, perseroan sudah membeli obligasi badan usaha milik negara (BUMN) di infrastruktur sejak 2-3 tahun lalu.



Sehingga begitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan POJK 36 Tentang Perubahan Investasi SBN Bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank (IKNB), secara langsung membuat porsi investasi SBN perusahaan asuransi jiwa ini menjadi 35%.



Sebab, sesuai ketentuan tersebut, instrumen obligasi ataupun sukuk dari perusahaan BUMN dan badan usaha milik daerah (BUMD) di bidang infrastruktur, hingga efek beragun aset surat partisipasi (EBA SP) dapat diperhitungkan ke dalam SBN.



"Sebelum POJK 36 terbit, kami sudah beli obligasi yang diterbitkan PT PLN (Persero) ataupun PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, sehingga perseroan sudah memenuhi ketentuan porsi investasi tahun 2016 dan tahun 2017," jelas dia.



Adapun sampai November lalu, hasil investasi BNI Life sudah menyentuh Rp 4,3 triliun atau sesuai target dalam rencana bisnis. Secara komposisi, Geger mengungkapkan, portofolio investasi terdiri atas pasar uang (money market) sebesar 5-10%, obligasi (bonds) 40-50%, reksa dana (mutual funds) 45-50%, dan saham di kisaran 5-10%.



"Pada 2017, perseroan meyakini peluang hasil investasi masih menjanjikan untuk dapat meningkatkan dibanding tahun ini," tegas dia.



Direktur PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya (CAR Life) Antonius Probosanjoyo menuturkan, dengan memperhitungkan obligasi BUMN infrastruktur, pihaknya sudah memiliki porsi investasi di SBN sebesar 28%.



Berdasarkan hal itu, perseroan justru hampir mencapai ketentuan minimal dari OJK untuk investasi di surat berharga negara (SBN) yang sebesar 30% pada 2017.



Namun dia mengingatkan, posisi aset akan terus berkembang sehingga CAR Life tetap harus berupaya untuk memenuhi ketentuan investasi minimal pada SBN tahun ini.



"Ke depan kami akan menambah porsi investasi di obligasi BUMN infrastruktur, tapi perlu melihat nanti siapa yang akan menerbitkan surat utang dan besaran kupon. Pasalnya, sebagai perusahaan asuransi, kami bertanggung jawab untuk memberikan return yang baik," jelas dia. (*)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN