Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kinerja BNI Syariah

Kinerja BNI Syariah

BNI Syariah Cetak Laba Rp 603,15 Miliar

Minggu, 9 Februari 2020 | 13:01 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  – PT Bank BNI Syariah mencatatkan laba bersih Rp 603,15 miliar pada akhir 2019, naik 44,96% dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 416,08 miliar. Kenaikan laba tersebut didorong oleh ekspansi pembiayaan dan kenaikan dana murah yang optimal, sehingga rasio efisiensi menjadi lebih baik dari tahun lalu.

“Rasio efisiensi yang membaik dapat dilihat dari rasio beban operasional dibanding pendapatan operasional (BOPO) dan cost to income (CIR) yang mengalami penurunan disbanding tahun lalu. Perbaikan rasio efisiensi antara lain diperoleh melalui sinergi BNI Syariah dengan BNI induk dalam hal layanan, operasional perbankan, dan optimalisasi marketing communication,” kata Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo dalam keterangan tertulis, Jumat (7/2).

Abdullah Firman Wibowo, Direktur Utama PT Bank BNI Syariah. Foto: Investor Daily/DAVID
Abdullah Firman Wibowo, Direktur Utama PT Bank BNI Syariah. Foto: Investor Daily/DAVID

Dengan pertumbuhan laba yang tinggi, lanjut Firman, BNI Syariah dapat meningkatkan rasio profitabilitas ditandai dengan meningkatnya return on equity (RoE) secara signifikan dari 10,53% menjadi 13,54%.

Sementara itu, rasio return on asset (RoA) juga naik dari 1,42% menjadi 1,82%. Dari sisi bisnis, BNI Syariah pada 2019 telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 32,58 triliun, naik 15,13% dari posisi 2018 sebesar Rp 28,30 triliun.

Komposisi pembiayaan terbesar disumbang oleh segmen consumer sebesar Rp 15,33 triliun (47,1%), segmen komersial sebesar Rp 8,72 triliun (26,8%), segmen kecil dan menengah sebesar Rp 6,58 triliun (20,2%). Dari sisi liabilitas, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) BNI Syariah pada 2019 mencapai Rp 43,77 triliun, naik 23,31% dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 35,50 triliun.

Pertumbuhan tersebut didominasi oleh peningkatan dana murah (giro dan tabungan) sebesar 39,47% sehingga meningkatkan rasio CASA dari 55,82% menjadi 63,13% pada akhir 2019.

“Pertumbuhan DPK BNI Syariah tersebut juga lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 15,23% year on year (data SPS per November 2019 BUS-UUS),” ujar Firman.

Jumlah rekening, lanjut dia, juga meningkat dari tahun 2018 sebesar 3,01 juta menjadi 3,44 juta pada 2019. Strategi yang dijalankan di antaranya dengan bekerja sama dengan institusi, perguruan tinggi, sekolah, dan komunitas.

Sebagai wujud komitmen BNI Syariah dalam mengembangkan ekosistem halal, tahun 2019 BNI Syariah telah meluncurkan kartu Platinum BNI iB Hasanah Card dengan desain khusus World Heritage Ombilin Coal Mining of Sawah Lunto.

BNI Syariah juga menyelenggarakan beberapa signature events seperti pelatihan manajemen masjid, yaitu pengembangan ekosistem halal melalui sinergi dengan masjid dengan peserta sebanyak 3.878 orang dari 2.343 masjid di 20 kota dan Islamic Tourism Expo 2019 yaitu perhelatan pameran haji dan umrah terbesar dan terlengkap di Indonesia.

Payment Point di ITS

Sementara itu, BNI Syariah membuka Payment Point di Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS Surabaya), Rabu (5/2). Payment Point tersebut ditargetkan bisa melayani transaksi pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa, Ikatan Orang Tua Mahasiswa (Ikoma), maupun transaksi perbankan mahasiswa, dosen, dan karyawan ITS lainnya.

Pemimpin Wilayah Timur BNI Syariah Ali Muafa mengatakan, pembukaan Payment Point BNI Syariah Kampus ITS ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses bagi para civitas akademika ITS dalam bertransaksi keuangan sesuai prinsip syariah.

Dia juga berharap dengan adanya Payment Point BNI Syariah Kampus ITS dapat meningkatkan perolehan DPK dan pembiayaan BNI Syariah terutama di Surabaya dan sekitarnya.

“Kami memandang bahwa universitas sebagai institusi pencetak generasi bangsa harus difasilitasi dengan layanan keuangan yang Hasanah. Hal ini sejalan dengan value proposition BNI Syariah sebagai Hasanah Banking Partner,” kata Ali.

Menurut Ali, pembukaan Payment Point BNI Syariah Kampus ITS merupakan upaya BNI Syariah untuk memaksimalkan pengembangan ekosistem halal, terutama di bidang pendidikan. Hal ini sejalan dengan corporate strategy BNI Syariah yaitu Embracing New Opportunities, di mana BNI Syariah siap meraih peluang-peluang baru untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis dan menjadi partner yang lebih baik.

Dia menilai, potensi bisnis dari Payment Point BNI Syariah Kampus ITS terbilang cukup besar, salah satunya dari pembayaran UKT Mahasiswa dan Ikoma Mahasiswa sebesar Rp 10 miliar per tahun.

Selain itu ada pula potensi pembiayaan konsumtif untuk dosen dan karyawan ITS sebesar Rp 15 miliar serta pembiayaan produktif Rp 150 miliar.

“BNI Syariah terus berupaya memberikan layanan yang memudahkan transaksi bagi seluruh civitas akademika, terutama dalam hal transaksi pembayaran biaya pendidikan yang dapat dilakukan secara online melalui channel ATM dan teller di lebih dari 375 outlet BNI Syariah seluruh Indonesia,” ujar dia.

BNI Syariah mempunyai beberapa produk unggulan diantaranya pembiayaan consumer untuk pembelian rumah atau kendaraan, kartu pembiayaan (BNI iB Hasanah Card), pembiayaan produktif (modal kerja, investasi, dan mikro), Tabungan Haji dan Umrah (BNI iB Baitullah Hasanah), serta Wakaf Hasanah.

Selain itu, BNI Syariah memberikan layanan sesuai prinsip syariah diantaranya penghapusan denda, layanan shalat di awal waktu di seluruh outlet BNI Syariah, hasanah reward yaitu tunjangan hafiz qur’an kepada

karyawan, dan menyediakan akses layanan Ziswaf melalui e-channel BNI (ATM, mobile banking, internet banking). BNI Syariah juga memiliki fasilitas, produk, dan layanan transaksi e-channel yang didukung oleh teknologi dan jaringan BNI, sehingga nasabah akan mendapatkan pengalaman yang sama ketika menggunakan produk dan layanan BNI Syariah.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN