Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Infografis kinerja keuangan BRI Agro di tahun 2020.

Infografis kinerja keuangan BRI Agro di tahun 2020.

BRI Agro Catat Kinerja Positif di Tahun 2020

Kamis, 8 April 2021 | 10:16 WIB

JAKARTA, investor.id - Meski di tengah pandemi Covid-19, PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) berhasil mencatatkan kinerja positif di tahun 2020.

Menurut Direktur Bisnis BRI Agro Sigit Murtiyoso, BRI Agro mencatat pertumbuhan total aset sebesar 3,50% (yoy) dari Rp 27.7 triliun pada 2019 menjadi Rp28.02 triliun pada 2020.

"Penyaluran kredit tetap tumbuh sebesar 0,65% (yoy) dari Rp 19.37 triliun pada 2019 menjadi Rp19.49 triliun pada 2020. Kondisi global dan domestik yang terdampak oleh pandemi Covid-19 adalah salah satu penyebab rendahnya pertumbuhan kredit perseroan. Meskipun demikian, perseroan masih berkomitmen untuk memenuhi target kinerja yang ditetapkan,” ungkap Sigit, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu (8/4).

Sigit menjelaskan, penyaluran kredit konsumer melalui aplikasi pinjaman bank berbasis digital Pinjam Tenang (PINANG) juga sudah mulai memperlihatkan hasil. Di tahun 2020, total disbursement PINANG mencapai Rp 70,6 miliar dan sudah melayani debitur lebih dari 18.000 debitur.

Sementara itu, kinerja dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 8,75% (yoy) dari Rp 21.14 triliun pada 2019 menjadi Rp 22.99 triliun pada 2020. Pertumbuhan ini cukup baik dibandingkan dengan pertumbuhan BUKU II sebesar 4,47% (yoy) pada Desember 2020.

Pertumbuhan DPK didorong oleh peningkatan giro dan tabungan sehingga terjadi perbaikan CASA menjadi 23,85% dari sebelumnya sebesar 14,31% pada 2019.

"Hal ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam menurunkan Cost of Fund (COF) yang mencapai 5,97% pada 2020 dari sebelumnya sebesar 7,02% pada 2019,”ujar Sigit.

Di tahun 2020, BRI Agro mencatat rasio non-performing loan (NPL) gross sebesar 4,97% yang menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya NPL Gross sebesar 7,66% pada 2019. NPL net di tahun 2020 sebesar 2,73 dibandingkan dengan NPL net 2019 sebesar 4,86%.

Perseroan berhasil menurunkan NPL dengan melakukan restrukturisasi dan membentuk pencadangan yang cukup solid dengan rasio NPL coverage mendekati 103,96% pada tahun 2020 dari tahun 2019 yang berada di level 56,24%. BRI Agro juga aktif memberikan pendampingan terhadap debitur yang mengalami tekanan, khususnya di segmen agribisnis, dengan aktif melakukan lelang dan mencari investor baru untuk aset-aset yang diagunkan.

“Berdasarkan kondisi tersebut di atas, perseroan masih mampu mencetak perolehan laba bersih dari sebesar Rp31,26 miliar pada tahun 2020," lanjut Sigit.

bri

Transformasi Digital

Tak hanya itu, BRI Agro saat ini sedang fokus melakukan transformasi digital untuk menghadapi era digitalisasi.

“Untuk memperkuat positioning perseroan sebagai digital attacker dalam BRI Group, selain mengembangkan PINANG yang berupa produk digital loan, perseroan juga melakukan transformasi digital untuk dapat memperluas pasar di ekosistem digital. Upaya tersebut dilakukan melalui partnership atau kolaborasi dengan sejumlah perusahaan fintech," kata Sigit.

Kolaborasi ini juga memberi kesempatan bagi BRI Agro untuk membuka peluang bisnis selagi mempersiapkan model bisnis baru.

"Pada tahun 2021, bisnis digital bank ini akan mulai dikembangkan dengan pengembangan infrastruktur, serta produk yang sesuai dengan layanan,” tutup Sigit.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN