Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirut BRI Sunarso

Dirut BRI Sunarso

BRI Incar Pertumbuhan Kredit 4-5%

Rabu, 25 November 2020 | 20:47 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Sunarso mengatakan, untuk tahun 2021 perseroan memasang target lebih tinggi dibandingkan target industri. BRI menargetkan kredit bisa tumbuh sekitar 4-5% secara tahunan (year on year/yoy).

"BRI akan tumbuh 4-5% (yoy) tahun depan. Karena BRI harus tumbuh di atas rata-rata industri," tutur Sunarso dalam acara Economic Outlook 2021 bertajuk “Geliat Industri Perbankan 2021”, yang terselenggara atas kerja sama Berita Satu Media Holdings dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Rabu (25/11).

Namun, lanjut Sunarso, yang menjadi persoalan adalah permintaan kredit tahun depan apakah bisa mendorong pertumbuhan kredit sampai 4-5%. Bagi BRI, strateginya adalah business follow stimulus, sebab, jika sektor riil tidak diberikan stimulus maka tidak akan ada permintaan kredit perbankan.

"Tahun ini saja kita ditargetkan salurkan KUR Rp 144 triliun, asumsinya tahun depan tidak dinaikkan targetnya, jadi untuk KUR saja sudah minimal Rp 140 triliun tahun depan, itu sudah berapa persen? Baru kita pertajam lagi segmen dan sektornya," urai Sunarso.

Sunarso menyebut, di tengah pandemi dan ke depannya, perseroan masih akan fokus menyasar segmen mikro, kecil, dan ultra mikro untuk diberikan kredit. Pasalnya, segmen tersebut sudah mulai cepat bangkit dibandingkan dengan segmen menengah dan korporasi.

"Untuk sektornya, dari Maret kita sudah lihat, orang butuh makan dan minum, kita fokus di pertanian yang produksi bahan pangan dan obat-obatan sampai distribusinya. Sektor terkait kesehatan saya kira masih bisa jadi sasaran untuk menumbuhkan kredit, sampai hari ini yang masih positif itu pertanian, saya sebagai sopir sudah presisi mengarahkan kendaraan," imbuh Sunarso.

LAR Tinggi
Sunarso mengaku, hingga posisi saat ini memang LAR BRI juga mengalami lonjakan yang tinggi akibat pandemi Covid-19. Namun, perseroan sudah menyiapkan CKPN sangat memadai apabila terjadi penurunan kualitas dari LAR menjadi NPL.

"Kita NPL masih di 2,78% dan di-cover CKPN 232%, yang diwaspadai adalah LAR, kalau tanpa Covid-19 itu 8,5%, tapi karena Covid LAR kita naik jadi 29%. Paling penting kita berani pertanyakan kira-kira dari LAR ini berapa yang potensi jatuh, kita harus siapkan pencadangan, tiap hari kita cermati," ucap Sunarso.

Dia menyebut, BRI sudah melakukan stress test terhadap debitur yang direstrukturisasi, di mana dari debitur yang direlaksasi untuk 3 bulan, dari jatuh tempo yang tidak bisa membayar hanya 2,5% dari debitur tersebut.

"Kemudian yang restrukturisasi 6 bulan sudah jatuh tempo, prediksi saya lebih tinggi yang jatuh, tapi ternyata sama 2,5% yang tidak bisa bayar. Ini kabar baik, kehati-hatian kita sudah menuai hasil, kecermatan menghasilkan, saya senang UMKM masih punya komitmen," urai dia.

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN