Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suprajarto, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Foto: Investor Daily/IST

Suprajarto, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Foto: Investor Daily/IST

BRI Jamin Kantor Perwakilan di Hong Kong Tak Terganggu

Rabu, 14 Agustus 2019 | 15:12 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero Tbk mengatakan kericuhan di Hong Kong yang merupakan buntut dari aksi unjuk rasa besar-besaran belum berdampak pada kegiatan kantor perwakilan di salah satu negara transaksi remitansi terbesar itu.

Direktur Utama BRI Suprajarto saat konferensi pers di Jakarta, Rabu, menjelaskan kantor perwakilan BRI di Hong Kong belum memberikan layanan perbankan ritel sehingga imbas kericuhan massa di Hong Kong tidak berdampak langsung.

"Sampai saat ini belum terdampak. Kebetulan BRI Hong Kong tidak layani ritel sehingga yang terkait ritel juga belum terdampak," ujarnya seperti dilansir Antara.

Terkait dampak kericuhan di Hong Kong yang bisa menimbulkan gangguan stabilitas bagi pasar keuangan global, BRI memandang gejolak tersebut belum akan menimbulkan sentimen negatif bagi pelaku pasar ke negara-negara di Asia, termasuk Indonesia.

"Tapi kita akan terus monitor seberapa jauh dampak kerusuhan Hong Kong itu," ujar Suprajarto.

Kericuhan di Hong Kong merupakan buntut dari aksi unjuk rasa warga sejak awal Juni 2019. Masyarakat berunjuk rasa untuk memprotes rencana pengesahan Undang-Undang yang memperbolehkan ekstradisi warga Hong Kong ke Tiongkok daratan.

Pengunjuk rasa berkumpul di luar markas polisi di Hong Kong, Jumat (21/6/2019). Foto ilustrasi: AFP / HECTOR RETAMAL
Pengunjuk rasa berkumpul di luar markas polisi di Hong Kong, Jumat (21/6/2019). Foto ilustrasi: AFP / HECTOR RETAMAL

Demonstran khawatir rancangan undang-undang itu akan menarget aktivis pro-demokrasi dan hak sipil di Hong Kong. Tidak hanya itu, rancangan beleid itu diyakini dapat mengakhiri otonomi Hong Kong yang diatur dalam skema "Satu Negara, Dua Sistem" oleh Pemerintah Tiongkok.

Dalam beberapa pekan terakhir, ketegangan antara massa dan aparat sempat memuncak. Kepolisian Hong Kong menembakan gas air mata ke arah massa guna membubarkan demonstran. Namun, aksi polisi disambut dengan jumlah demonstran yang bertambah tiap harinya. Massa aksi menduduki jalanan dan tempat penting seperti bandara.

Pada 11 Agustus bandara di Hong Kong sempat ditutup untuk seluruh jadwal keberangkatan dan kedatangan, karena aksi massa kembali memanas. Namun pada Selasa (13/8), bandara kembali dibuka. (gr)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN