Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melayani nasabah yang tengah melakukan transaksi di outlet PT Bank Syariah Indonesia KC Jakarta Barat, Kebon Jeruk, Jakarta.  Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Karyawan melayani nasabah yang tengah melakukan transaksi di outlet PT Bank Syariah Indonesia KC Jakarta Barat, Kebon Jeruk, Jakarta. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

BSI Peroleh Penempatan Dana PEN Rp 3 Triliun

Minggu, 2 Mei 2021 | 09:15 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kembali memperoleh penempatan dana dari pemerintah sebesar Rp 3 triliun untuk disalurkan menjadi pembiayaan. Adapun, BSI diminta menyalurkan dengan leverage 1,5 kali dari dana yang ditempatkan tersebut.

Penempatan dana tersebut merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 104/2020. Ini kali kedua perseroan mendapatkan penempatan dana dengan periode pertama yakni 30 September 2020 hingga 31 Maret 2021, kemudian periode kedua mulai 22 April 2021 hingga 22 Oktober 2021.

Pada periode pertama, diminta leverage 2 kali dari penempatan dana, sedangkan periode kedua diminta leverage 1,5 kali dari penempatan dana.

"BSI ini gabungan tiga bank, masing-masing kita dapat Rp 1 triliun. Leverage dari pemerintah kami diwajibkan beri pembiayaan dua kali di periode pertama, dan periode kedua ini 1,5 kali. Pemerintah tempatkan dana di bank dengan margin lebih rendah," jelas Wakil Direktur Utama BSI Ngatari dalam Sarasehan Industri Jasa Keuangan, Sabtu (1/5).

Ngatari mengaku tidak mengalami kendala dalam menyalurkan pembiayaan PEN pada periode pertama. Dengan adanya perpanjangan program penempatan dana, pihaknya mengapresiasi dukungan pemerintah. Untuk periode pertama, total dana PEN yang diberikan pemerintah kepada tiga bank syariah Himbara sebesar Rp 3 triliun, dan berhasil menyalurkan pembiayaan dengan leverage lebih dari dua kali.

Realisasi penyaluran pembiayaan PEN dari PMK 104 periode pertama yang sampai 31 Maret 2021 untuk ketiga bank syariah Himbara, telah disalurkan pembiayaan mencapai Rp 8,59 triliun, atau leverage 2,8 kali dari target, diberikan kepada 63.458 debitur. Dengan rincian, BSM menyalurkan Rp 2,56 triliun, BRIS Rp 3,39 triliun, BNIS Rp 2,65 triliun. "Posisi Desember kita sudah capai 2,5 kali leverage, dan posisi Maret naik lagi leverage 2,8 kali yang kami salurkan naik terus untuk PMK 104," ucap Ngatari.

Jika dilihat berdasarkan segmennya, penempatan dana dari PMK 104 disalurkan ke segmen mikro, usaha kecil dan menengah, komersial, konsumer, serta gadai.

"Kalau lihat per sektor ekonomi, ada administrasi pemerintah, pertahanan, kemudian sektor rumah tangga cukup tinggi Rp 3,8 triliun," ujar Ngatari.

Selain PMK 104, BSI juga melaporkan realisasi penjaminan pembiayaan PEN melalui PMK 71. Sampai dengan 30 Desember 2020, pembiayaan BSI yang dijamin oleh Askrindo dan Jamkrindo sebesar Rp 198 miliar dari 1.139 debitur. Sedangkan sampai dengan 31 Maret 2021 total pembiayaan yang dijamin meningkat menjadi Rp 276 miliar dari 1.551 debitur.

Penjaminan pembiayaan PEN diberikan untuk segmen mikro dan UKM. Ngatari menyebut, BSI memiliki keringanan pelaporan, di mana masih mencatatkan laporan dari tiga bank syariah ditambah satu laporan konsolidasi BSI.

"PMK 71 ini untuk modal kerja dengan tenor 3 tahun, tapi di bank syariah dengan produk mudharabah jangka waktu lebih dari 3 tahun. Penjaminan yang bisa di-cover kami harap selain modal kerja, juga investasi dapat dimasukan," pinta Ngatari.

Selanjutnya, dalam PMK 58/138 terkait subsidi bunga/margin, pemerintah memberikan bantuan subsidi margin dengan tujuan pembiayaan produktif. Realisasi BSI menerima subsidi margin sebesar Rp 26,5 miliar.

"Subsidi margin tidak ada kendala, mohon PMK 85 dapat diperpanjang. Kalau bank maunya semua diperpanjang," imbuh dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN